Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

KABAR ARU

Bentrok  Aru,  Enam  Tersangka, Sang Provokator Masih Diburu

badge-check


     Bentrok  Aru,  Enam  Tersangka,  Sang Provokator Masih Diburu Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM.DOBO- Tabir gelap yang menyelimuti bentrokan maut antara warga Desa Apara dan Desa Longgar mulai terkuak. Satreskrim Polres Kepulauan Aru secara resmi menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam insiden yang menghanguskan puluhan rumah dan merenggut nyawa tersebut.

Kasat Reskrim Polres Kepulauan Aru, Iptu Holmes Juan Daniel Batubara, mengonfirmasi dari enam tersangka yang kini mendekam di sel tahanan, terdapat komposisi yang menunjukkan keterlibatan lintas generasi.

Liam tersangka dari Desa Apara, dan satu orang dari Desa Longgar.  Saat ini, berkas perkara sedang dipercepat untuk pelimpahan tahap satu ke Kejaksaan. Menariknya, dari enam tersangka, satu  tersangka teridentifikasi masih di bawah umur, yang menuntut penanganan khusus sesuai sistem peradilan pidana anak.

“Kami tidak berhenti di sini. Saat ini tim masih memburu satu tersangka tambahan yang diduga kuat berperan sebagai penghasut atau provokator utama,” tegas Batubara,  dihubungi wartawan, Kamis (5/2).

Sebagaimana diketahui, data yang dirilis Kapolres Kepulauan Aru, AKBP Albert Perwira Sihite, menggambarkan betapa destruktifnya konflik ini. Amukan massa mengakibatkan 25 unit rumah terbakar habis, dengan rincian, 17 rumah di Desa Longgar dan 8 rumah di Desa Apara.

Selain kerugian materiel, konflik ini menyisakan duka mendalam dengan gugurnya dua warga, Antoni Sareman dan Hery Marlisa (40), serta belasan orang lainnya luka-luka akibat senjata tajam dan benturan fisik.

Tragedi ini merupakan “bom waktu” yang meledak sejak awal tahun baru (1 Januari 2026). Bermula dari dugaan penganiayaan terhadap Lorensius Jerwy dan Maksimus Kobaun di wilayah perbatasan, api dendam terus menjalar’

Kamis Sore: Bentrokan pecah di Lapangan Bola SMA Negeri 8 Longgar. Sempat dilerai aparat, namun tensi tak benar-benar turun. Jumat Pagi: Puncak eskalasi terjadi pukul 09.00 WIT. Aksi saling serang yang lebih masif mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan pembakaran pemukiman secara sporadis.

Penetapan enam tersangka memang langkah maju, namun kunci perdamaian jangka panjang di Kepulauan Aru ada pada penangkapan sang provokator utama. Tanpa mengungkap siapa yang menggerakkan massa, potensi konflik serupa di masa depan tetap menghantui wilayah perbatasan kedua desa ini. (KT)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Tiga ABK  Kapal Pencari Cumi Yang Tenggelam di Laut Aru Ditemukan Meninggal

6 Februari 2026 - 00:15 WIT

Delapan Awak Kapal Cumi Masih Dalam Pencarian Tim SAR Dobo

5 Februari 2026 - 10:41 WIT

Trending di KABAR ARU