Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Maluku

Kapolda Turun Gunung, Temui Dua Kelompok Bertikai di Liang

badge-check


Kapolda Turun Gunung, Temui Dua Kelompok Bertikai di Liang Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM.AMBON-Langkah nyata diambil Kapolda Maluku, Irjen Pol Prof. Dadang Hartanto, dalam menuntaskan konflik sosial yang menyelimuti Negeri Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

Tidak sekadar memberi instruksi dari balik meja, jenderal bintang dua ini turun langsung memimpin dialog damai dengan mendatangi dua kelompok yang bertikai, yakni kelompok Matahari Naik dan Matahari Masuk, Sabtu, 3 Januari 2026.

Langkah Kapolda ini dinilai sebagai “diplomasi pintu ke pintu” yang sangat krusial. Demi menjaga objektivitas, dialog digelar di dua lokasi berbeda: pertama di Kantor Pemerintah Negeri Liang, lalu dilanjutkan dengan menemui warga di Kompleks Genfrus Matahari Masuk.

Di hadapan tokoh adat, agama, dan pemuda, Kapolda menegaskan bahwa kehadirannya adalah untuk memastikan tidak ada lagi warga Liang yang merasa terancam. Ia membawa pesan modernisasi dalam penyelesaian masalah.

“Saya datang dengan satu tujuan: memastikan negeri ini aman dan damai. Kita hidup di era keterbukaan informasi, cara-cara kekerasan sudah tidak lagi relevan,” tegas Irjen Pol Dadang Hartanto.

Dialog berlangsung dinamis dan terbuka. Warga dari kedua kubu tidak canggung menyampaikan keluh kesah mereka langsung ke telinga Kapolda.

Kelompok “Matahari Naik” menyuarakan kegelisahan mereka terkait aksi senjata tajam, provokasi di media sosial, hingga desakan evaluasi terhadap kepemimpinan Pemerintah Negeri (KPN) yang dianggap sebagai salah satu akar masalah. Mereka bahkan meminta dibangunnya Polsek di Negeri Liang.

Sementara itu, warga “Matahari Masuk memberikan apresiasi atas kehadiran Kapolda dan mengusulkan pembangunan pos pengamanan di perbatasan kedua kelompok. Mereka juga meminta penanganan korban konflik dilakukan secara adil dan manusiawi.

Menanggapi rentetan aspirasi tersebut, Kapolda memastikan Polri akan bertindak objektif dan mengevaluasi setiap prosedur pengamanan di lapangan. Namun, ia mengingatkan bahwa kunci perdamaian abadi bukan di tangan aparat, melainkan di dalam rumah masing-masing warga.

“Aparat akan berdiri di tengah secara objektif. Tapi keberhasilan menjaga damai sangat ditentukan komitmen masyarakat untuk menahan diri,” ujarnya. Ia juga menitipkan pesan khusus kepada para orang tua agar lebih ketat menjaga anak muda mereka agar tidak mudah tersulut provokasi.

Terkait isu kepemimpinan negeri dan kerugian materil, Kapolda memastikan akan berkoordinasi langsung dengan Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemkab Maluku Tengah untuk mencari solusi administrasi yang adil.

MENINJAU TITIK PANAS

Usai dialog maraton hingga pukul 17.00 WIT, Kapolda bersama rombongan Forkopimda meninjau langsung lokasi konflik. Peninjauan ini menjadi simbol bahwa negara hadir dan tidak akan membiarkan Negeri Liang berlama-lama dalam bayang-bayang ketakutan.

Kini, bola perdamaian ada di tangan warga Liang. Kapolda telah membuka jalan, tinggal masyarakat yang menentukan: apakah ingin terus terjebak masa lalu, atau melangkah maju dalam persaudaraan. (KTL)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Menanti Blok Masela: Pelni Ambon Siap “Tancap Gas” Jika Arus Logistik Mulai Membanjir

17 Juli 2026 - 00:14 WIT

Resmi Groundbreaking Blok Masela Dari Jakarta, Presiden: Ini Utang Saya ke Rakyat Maluku

16 Juli 2026 - 22:47 WIT

BP2JK Maluku Diduga Jadi Sarang Suap Tender Proyek Kontraktor “Kakap”

15 Juli 2026 - 22:26 WIT

BPJN Maluku Pastikan Preservasi Jalan Seram–Wailoping Jalan Sesuai Kontrak Multi Years Hingga Oktober 2026

15 Juli 2026 - 22:00 WIT

Polda Maluku Pastikan Keamanan Kunjungan Presiden ke Blok Masela

14 Juli 2026 - 22:53 WIT

Trending di Maluku