KABARTIMURNEWS.COM.AMBON-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku memastikan ketersediaan beras di daerah itu aman hingga April 2026 dengan stok mencapai sekitar 40 ribu ton, seiring penguatan pengendalian pasokan dan distribusi bahan pangan strategis di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku Faradillah Atamimi di Ambon, Rabu mengatakan berdasarkan neraca pangan daerah, stok beras saat ini berada jauh di atas kebutuhan konsumsi masyarakat, meskipun terjadi fluktuasi harga pada sejumlah komoditas pangan.
“Berdasarkan neraca pangan, stok beras Maluku mencapai 40.000 ton. Dengan kebutuhan rata-rata sekitar 300 hingga 350 ton per hari, ketahanan stok beras diperkirakan aman hingga April 2026,” kata Atamimi.
Ia menjelaskan, selain beras, ketersediaan sejumlah komoditas pangan strategis lainnya seperti bawang merah, bawang putih, cabai, dan cabai rawit juga terpantau dalam kondisi aman. Untuk komoditas cabai dan cabai rawit, pasokan bersifat dinamis karena masuk secara rutin setiap tiga hingga empat hari.
“Walaupun stok harian tidak diproyeksikan hingga akhir Desember, jadwal pasokan sudah tersedia dan terpantau dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu untuk komoditas minyak goreng, Atamimi menyebutkan kebutuhan diperkirakan mencapai sekitar 30 persen dari total kebutuhan masyarakat atau setara dengan 1.457 ton. Perhitungan tersebut tidak hanya mencakup konsumsi rumah tangga, tetapi juga memperhitungkan stok yang tersedia di lapangan.
Menurut dia, perhitungan kebutuhan pangan di Maluku mengacu pada beberapa komponen, yakni kebutuhan rumah tangga, kebutuhan rumah tangga industri, serta kebutuhan HBKM yang mengalami peningkatan sekitar 10 persen.
“Menjelang bulan Ramadhan biasanya terjadi peningkatan kebutuhan sekitar 10 persen lagi, sehingga total kebutuhan merupakan akumulasi dari seluruh komponen tersebut. Namun dengan stok dan pola pasokan yang ada, kami optimistis kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” katanya.
Pemprov Maluku, lanjut Atamimi, terus memperkuat koordinasi dengan instansi terkait guna menjaga kelancaran distribusi dan stabilitas harga bahan pangan, terutama menjelang bulan Ramadhan dan hari besar keagamaan lainnya. (AN/KT)



























