KABARTIMURNEWS.COM.AMBON-Orientasi Unpatti yang berbasis kepulauan menuntut riset yang grounded (membumi), relevan, dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat pulau-pulau kecil.
Universitas Pattimura (Unpatti) secara tegas memposisikan diri sebagai pusat kajian strategis pembangunan kepulauan, menyikapi tantangan unik yang dihadapi Provinsi Maluku sebagai representasi utama karakter kepulauan Indonesia.
Komitmen ini ditegaskan dalam pembukaan The Third International Conference on Business and Economics (3rd ICON-BE), yang berlangsung di Hotel Swissbel Ambon, Kamis, 11 Desember 2025.
Dalam acara yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unpatti ini, Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd, melalui Wakil Rektor II Prof. Dr. Pieter Kakisina, M.Si, menekankan bahwa riset dan kolaborasi internasional adalah kunci mutlak untuk merumuskan solusi yang tepat dan berkelanjutan.
“Ambon bukan hanya pusat pemerintahan Provinsi Maluku, tetapi wajah utama karakter kepulauan Indonesia. Ia menyimpan potensi pariwisata, industri kreatif, hingga ekonomi berbasis laut yang harus dikembangkan melalui pendekatan ilmiah,” ujar Rektor dalam sambutannya.
Rektor menyoroti bahwa wilayah kepulauan Maluku menghadapi tantangan khas, mulai dari keterbatasan konektivitas, ketergantungan logistik, hingga tekanan perubahan iklim yang makin intens. Tantangan ini semakin diperberat oleh dinamika global yang kompleks, seperti gejolak ekonomi, perubahan geopolitik, dan percepatan digitalisasi.
Prof. Kakisina menjelaskan bahwa orientasi Unpatti yang berbasis kepulauan menuntut riset yang grounded (membumi), relevan, dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat pulau-pulau kecil.
“Ketika logistik terganggu, pulau kecil merasakan dampaknya lebih cepat. Ketika digitalisasi tumbuh, kesenjangan akses bisa melebar,” jelas Prof. Kakisina, menegaskan urgensi konferensi ini.
PETA JALAN PEMBANGUNAN
Konferensi internasional dengan tema “Navigating Global Uncertainty: Sustainability and Digital Transformation for Inclusive Growth in the Archipelagic Region” ini dipandang Unpatti bukan sekadar agenda akademik, tetapi ruang strategis untuk melahirkan peta jalan pembangunan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.
Rektor optimistis bahwa makalah dan hasil penelitian yang dipresentasikan oleh akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara dalam ICON-BE ini akan memberikan kontribusi nyata bagi perumusan kebijakan.
“Diskusi dan riset dalam konferensi ini akan memperkuat fondasi ilmiah bagi strategi pembangunan wilayah pulau-pulau kecil,” tambahnya.
Konferensi ini sekaligus menjadi momentum penting bagi Unpatti untuk memperluas jejaring riset lintas negara dan meningkatkan kualitas akademik, sebagai bagian dari perjalanan menuju visinya: Menjadi Pusat Pengembangan Ilmu Ekonomi dan Bisnis Berbasis Kepulauan Bereputasi Internasional Tahun 2035.
Pada kesempatan tersebut, Rektor juga memberikan penghargaan kepada Walikota Ambon, Bodewin M. Wattimena, atas dukungan Pemerintah Kota Ambon terhadap kegiatan akademik Unpatti. (KT)


























