KABARTIMURNEWS.COM.AMBON-Maluku miliki potensi wisata bahari luar biasa, sayangnya belum dikelola baik. Spot diving yang indah, tapi fasilitasnya minim.
Anggota DPRD Maluku, John Laipeny, kembali kritik kinerja Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Maluku terkait lemahnya pengembangan wisata bahari serta tingginya biaya transportasi yang dinilai menghambat pertumbuhan sektor pariwisata Maluku.
Potensi wisata bahari Maluku, kata dia, sangat besar termasuk sejumlah spot diving kelas dunia yang seharusnya mampu menarik minat wisatawan. Hanya saja, tambah dia, fasilitas pendukung seperti sarana diving, transportasi, dan layanan dasar masih jauh tertinggal dibandingkan destinasi wisata lain di Indonesia.
“Maluku memiliki potensi wisata bahari yang luar biasa, tetapi sayangnya belum dikelola dengan baik. Spot diving yang indah, fasilitasnya masih minim. Ini tentu menjadi kendala bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan bawah laut Maluku,” kata Laipeny kepada wartawan, Selasa, 18 November 2025.
Selain fasilitas, Laipeny menyoroti mahalnya biaya perjalanan menuju daerah unggulan seperti Maluku Barat Daya (MBD) dan Kepulauan Kei. Menurutnya, harga tiket pesawat yang rata-rata di atas Rp1,5 juta membuat wisatawan enggan berkunjung ke Maluku.
“Pemerintah daerah harus mencari solusi bersama, untuk mengatasi masalah ini,” tegas Laipeny.
Dia mendorong Dispar untuk berani melakukan kerja sama lintas daerah, misalnya dengan Nusa Tenggara Timur (NTT), yang lebih maju dalam mengelola industri pariwisata. Ia mencontohkan, paket wisata Labuan Bajo bisa diperluas hingga MBD untuk menarik arus wisatawan dari Laut Selatan.
Selain itu, event internasional seperti Ambon–Darwin Yacht Race diharapkan kembali dihidupkan sebagai magnet wisata. Namun, semua upaya tersebut menurut Laipeny akan sia-sia jika infrastruktur dasar dan fasilitas layanan tidak diperbaiki, termasuk perbaikan jalan, penyediaan air bersih, dan kualitas akomodasi.
“Pariwisata harus dikelola dengan profesional. Kalau manajemen kuat dan fasilitas terawat, meskipun mahal, wisatawan tetap akan datang,” tegasnya.
Laipeny berharap Dinas Pariwisata Provinsi Maluku segera mengambil langkah konkret dan mengajak semua pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, untuk bersama-sama mendukung pengembangan pariwisata Maluku demi kesejahteraan bersama.
“Dengan pengelolaan profesional dan kolaborasi yang baik, saya yakin Maluku bisa menjadi destinasi wisata unggulan yang mampu bersaing dengan daerah lain di Indonesia,” tutup Laipeny. (KT)


























