KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku menggandeng para tokoh agama untuk memperkuat harmoni sosial dan mencegah konflik, demi mewujudkan perdamaian berkelanjutan di daerah ini.
“Polri tidak bisa berjalan sendiri. Kami butuh peran tokoh agama dan semua elemen masyarakat. Tantangan sosial seperti tawuran pelajar, kekerasan dalam rumah tangga, hingga konflik kelompok hanya bisa diatasi jika kita bersatu,” kata Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto di Ambon, Jumat.
Pernyataan itu disampaikan saat Kapolda melakukan silaturahmi ke dua tokoh agama besar di Maluku, yakni Uskup Diosis Amboina Mgr. Seno Ngutra dan Ketua MUI Provinsi Maluku Abdullah Latuapo. Pertemuan tersebut menandai komitmen Polda Maluku untuk membangun kolaborasi lintas iman dalam menjaga kedamaian dan stabilitas sosial.
Kapolda menegaskan, kunjungan ini bukan sekadar perkenalan dirinya sebagai Kapolda yang baru, melainkan juga wujud komitmen Polri untuk menghadirkan keamanan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.
“Dengan kolaborasi dan komunikasi yang intens, saya yakin Maluku bisa menjadi contoh daerah yang harmonis dan sejahtera,” ujarnya.
Sementara itu, Uskup Seno Ngutra menekankan pentingnya peran pemuka agama dalam meredam potensi konflik. Menurutnya, kehadiran tokoh agama di tengah masyarakat, terutama saat situasi genting, dapat menjadi penenang sekaligus penengah yang efektif.
“Kami rutin mengunjungi 11 kabupaten/kota bersama tokoh lintas agama agar masyarakat melihat langsung bahwa para pemimpinnya hidup rukun. Dengan cara ini, rasa aman dan damai bisa tumbuh dari atas ke bawah,” jelasnya.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas agama perlu terus dilakukan secara konsisten, bukan hanya ketika konflik muncul, melainkan juga sebagai langkah preventif.
Hal senada disampaikan Ketua MUI Maluku, Abdullah Latuapo, yang menegaskan bahwa pendekatan berbasis agama, budaya, dan akademisi sangat dibutuhkan untuk meredam isu sensitif yang berpotensi mengganggu keharmonisan masyarakat.
“Kami berharap Polda Maluku terus bersama MUI melakukan pembinaan masyarakat secara intensif. Kegiatan lintas agama harus diperbanyak agar pesan perdamaian menjangkau semua lapisan,” kata Abdullah.
Pertemuan tersebut menjadi simbol sinergi antara aparat keamanan dan tokoh agama sebagai garda depan dalam menjaga kerukunan serta membangun Maluku yang damai dan harmonis. (AN/KT)



























