KABARTIMURNEWS.COM, TEHERAN – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengingatkan dunia akan bahaya agenda penjajahan Israel yang dinilai mengancam eksistensi umat Islam sekaligus perdamaian global. Ia menyerukan aksi kolektif dari negara-negara Muslim untuk menghentikan kekerasan yang berlangsung di Palestina dan kawasan.
Dalam opininya yang dipublikasikan Asharq Al-Awsat menjelang pertemuan darurat Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Jeddah, Araghchi mengecam keras “genosida dan pembersihan etnis terorganisasi” yang dilakukan Israel di Gaza, sembari menuding negara Barat turut mendukung kejahatan tersebut.
“Rezim Zionis telah mengubah Gaza menjadi bumi hangus, menggunakan kelaparan sebagai senjata, bahkan menjadikan titik distribusi makanan sebagai perangkap kematian bagi warga sipil tak bersalah,” tegasnya, dikutip dari Iran Front Page.
Menurut Araghchi, rangkaian agresi Israel di Gaza, Tepi Barat, Lebanon, Suriah, hingga Yaman merupakan bagian dari strategi untuk mewujudkan gagasan “Israel Raya”. Karena itu, ia mendesak agar pertemuan tingkat tinggi OKI tidak sekadar melahirkan pernyataan simbolis, melainkan langkah nyata yang terkoordinasi.
Ia mendorong negara-negara Muslim untuk mengadopsi tekanan diplomatik, langkah hukum internasional, hingga sanksi ekonomi dan militer terhadap Israel. Selain itu, Araghchi juga menyerukan pembentukan segera koridor kemanusiaan yang diawasi PBB dan OKI guna menyalurkan bantuan ke Gaza.
“Persatuan di antara negara-negara Islam sangat krusial, bukan hanya untuk menjaga keamanan kawasan, tetapi juga untuk mempercepat terwujudnya negara Palestina merdeka dengan Al-Aqsa sebagai ibu kotanya,” tutupnya. (ROL)






















