KABARTIMURNEWS.COM.AMBON – Kabar pica kongsi, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur, Abdullah Vanath, yang sempat viral di Media Sosial (Medsos), belakangan ternyata hanya isu belaka.
Dan, menyebut keretakan hanya isu saja. “Tadi, saya pelukan dengan pak Wagub,” kata Hendrik menjawab, wartawan, Usai HUT Maluku, ke-80, Selasa, 18 Agustus 2025.
Kabar retaknya hubungan pasangan dengan jargon “Lawamena” saat maju bertarung di Pilkada Maluku, 2024, lalu ini jadi perbincangan hangat publik Maluku.
Menurut gubernur, kabar itu, hanya isu semata.
“Itu hanya isu, ngapain tanya-tanya isu,” kata Gubernur.
Gubernur meminta publik tidak terpancing oleh narasi-narasi yang justru dapat menciptakan kegaduhan dan menggangu stabilitas pemerintahan daerah.
Menurutnya, yang dibutuhkan Maluku saat ini bukan memperbesar perbedaan, tetapi memperkuat kekompakan.
“Lihat saja faktanya sekarang. Kami hadir bersama dalam semua kegiatan penting pemerintahan dan pembangunan. Bagi saya, yang paling penting bagi Maluku adalah kekompakan di kalangan elit dan masyarakat, merajut harmoni untuk ‘Maluku Pung Bae’,” tegasnya.
Gubernur bilang dirinya dan tetap solid dalam menjalankan roda pemerintahan serta memastikan seluruh program strategis berjalan baik demi kepentingan rakyat Maluku.
“Semua agenda penting, program pembangunan, maupun roda pelayanan publik kita jalankan bersama. Kami satu visi, satu barisan, demi Maluku yang aman, maju, dan sejahtera,”ungkapnya.
Selama ini, Gubernur dan Wakil Gubernur selalu tampak hadir berdua dalam berbagai momen penting, mulai dari sidang paripurna, rapat Forkopimda, kunjungan kerja, hingga perhelatan peringatan HUT Kemerdekaan RI bahkan HUT ke-80 Provinsi Maluku.
Pernyataan ini sekaligus menjadi jawaban untuk meredam spekulasi publik atas dinamika yang terjadi di pucuk pemerintahan Maluku.
Mantan Anggota DPR RI itu, berharap masyarakat bisa terus menjaga suasana damai, mendukung program Pemprov Maluku, serta tidak mudah terpengaruh berita-berita yang belum dapat dipertanggungjawabkan.
“Maluku ini kuat ketika kita bersatu, bukan ketika kita terpecah. Mari baku gandeng, maju sama-sama untuk Maluku Pung Bae,”pinta Gubernur menutup komentarnya. (KTL)


























