KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Sosok yang satu ini patut diteladani. Adalah mantan Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, Triono Rahyudi.
Pria yang akrab disapa Pa Tri dikenal sebagai pemimpin ideal. Dia bersahabat, bersahaja dengan siapapun. Tugasnya di Kejati Maluku, dimulai sejak februari 2022 lalu. Dia sukses membongkar pelbagai kasus korupsi hingga tuntas di Pengadilan Negeri Ambon maupun Pengadilan tindak Pidana Korupsi .
Dengan keahliannya, keuangan negara berhasil diselamatkan dari tangan – tangan para koruptor di wilayah dengan semboyan daerah penghasil rempah-rempah ini. Atas dedikasi, loyalitas serta kerjasama yang dibangun bersama jajarannya memegang peran strategis di Kejati Maluku dalam upaya pencegahan maupun penindakan di Maluku.
Bersama jajarannya di Bidang Tindak Pidana Khusus, Triyono juga telah melakukan penahanan terhadap tersangka “MYM” sebagai pelaku dugaan tindak pidana korupsi uang nasabah pada Bank Pemerintah di Namlea, Kabupaten Buru ,yang merugikan keuangan negara Rp. 2.059.704.000.
Selama tiga tahun lebih menjabat Aspidsus, capaian kinerja Kejati Maluku di Tahun 2024, berhasil menyelamatkan uang Negara sebesar 62 Miliar. Atas keberhasilan itu, Triyono mendapatkan kepercayaan duduki jabatan baru sebagai Kepala Subdirektorat Penindakan Perkara Koneksitas pada Direktorat Penindakan JAM-Pidmil Kejaksaan Agung.
Kendati demikian capaian yang diraihnya, masih menyisahkan tunggakan kasus korupsi baik di tahap penyelidikan, penyidikan maupun penuntutan. Namun diakhir penugasannya di Maluku, dirinya masih membuat gebrakan dengan mengumumkan perkembangan penanganan perkara Tindak Pidana Korupsi Pengelolaan Anggaran Perusahan Daerah PT. Bipolo Gidin Kabupaten Buru Selatan, yang kini resmi ditingkatkan ke tahap Penyidikan.
Kinerja yang ditorehkan dipuji Kepala Kejati Maluku, Agoes Soenanto Prasetyo. Bagaimana tidak. Prasetyo dalam sambutan saat pengambilan sumpah dan pelantikan pejabat esselon II dan III di lingkup Kejati Maluku , menyentil Bidang Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus,.
Ia mengibaratkan penugasan tersebut bagaikan bermain catur di atas kapal, berpikir strategis namun tetap stabil di tengah gelombang arus yang kuat.
“Secara diam – diam saya sering memantau pekerjaan di Bidang Tindak Pidana Khusus, namun saya harus akui dan bangga dengan ketegasan dan keberanian Triono Rahyudi sebagai Aspidsus di Kejaksaan Tinggi Maluku,” pujinya.
Selain itu, sosok Pak Tri dalam kesehariannya sering dipanggil Om Ganteng oleh sebagian besar awak media di Kota Ambon yang meliput di Kejati Maluku.
Ia dikenal sangat akrab dengan siapapun yang mengenalnya, dirinya tanpa pamrih untuk melayani siapa saja yang ingin berkoordinasi maupun berkonsultasi, baik mengenai penanganan perkara pidsus maupun hal lain yang ditangani pihaknya saat duduk bersama.
Banyak kalangan pejabat Kejati Maluku datang dan pergi sebagaimana kepercayaan Jaksa Agung memposisikan jajarannya sesuai dengan kebutuhan tetapi sosok Pa Tri kata orang Maluku “Selalu di Hati” yang sulit dilupakan.
“Sungguh kami merasa kehilangan saat beliau harus meninggalkan kami demi tugas dan karir, Doa kami selalu menyertai Pak Tri bersama keluarga” Ungkap sejumlah Pegawai Humas Kejati Maluku.
Kebanggaan memiliki seorang pemimpin seperti beliau kata mereka, merupakan hal yang wajar namun hal itu merupakan bagian dari kesuksesan seorang leader yang memiliki track kepemimpinan yang mumpuni.
Pantas jika beliau sangat disanjung oleh seluruh pegawai Kejati Maluku bahkan sampai jajaran Kejaksaan di daerah.
Selamat bertugas di tempat yang baru, Pa Triono Rahyudi. Banyak kenangan bersama yang akan terus dikenang sebagai pria pekerja keras, tanpa lelah dan selalu memiliki senyum saat bertemu dengannya.
Sebelum meninggalkan Bumi Para Raja, Ini Pantun perpisahan untuk dikenang. “Biar jauh di mata, tapi dekat di hati. Sampai jumpa di lain waktu, semoga kita semua bahagia.” (KTL)



























