KABARTIMURNEWS.COM, AMBON — Meningkatnya intensitas curah hujan di Kota Ambon sejak Juni 2025 mendorong Satuan Brimob Polda Maluku untuk mengambil langkah cepat. Satu peleton personel Kompi 4 Batalyon A Pelopor kini disiagakan penuh, guna mengantisipasi potensi bencana alam seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.
“Langkah ini kami ambil untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi bencana maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Komandan Kompi 4, Iptu Andi Kasnan, Senin (23/6).
Tim Anti Anarkis dan SAR Disiagakan
Satu peleton tersebut terdiri dari dua regu tim anti anarkis dan satu regu tim SAR, dipimpin oleh Danton 3, Aipda F. Haurissa. Seluruh perlengkapan operasional juga telah diperiksa dan disiapkan untuk digunakan sewaktu-waktu di lapangan.
Andi Kasnan menegaskan bahwa kesiapsiagaan ini dilakukan secara bergiliran, agar personel tetap dalam kondisi prima dan mampu merespons secara cepat jika terjadi kondisi darurat.
“Ketika ada laporan bencana atau gangguan, personel bisa langsung bergerak membantu masyarakat,” tegasnya.
Masyarakat Diminta Waspada Cuaca Ekstrem
Pihak Brimob juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu. Jika menemukan tanda-tanda bahaya atau bencana, warga diharapkan segera melapor ke pos polisi atau aparat terdekat.
“Kami hadir untuk menjamin rasa aman dan siap membantu kapan saja,” tambah Andi.
Ambon Dikepung Longsor dan Banjir
Data dari BPBD Kota Ambon mencatat, hingga pertengahan Juni, longsor terjadi di empat kecamatan, yakni Sirimau, Teluk Ambon, Baguala, dan Leitimur Selatan. Wilayah Sirimau menjadi yang paling terdampak, dengan 22 titik longsor, di antaranya:
-
6 titik di Kelurahan Hative Kecil,
-
7 titik di Batu Mejah,
-
2 titik di Negeri Batu Merah,
-
2 titik di Karang Panjang.
Selain longsor, banjir juga merendam sejumlah kawasan padat penduduk, seperti Batu Merah, Mardika, Talake, Passo, Waiheru, hingga jalan-jalan utama kota. Pohon tumbang juga terjadi di beberapa titik, termasuk di depan kampus PGSD dan Dian Pergiwi, meski tidak ada korban jiwa. (AN/KT)



























