KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – BPBD Kota Ambon, mendapat kritikan dari warga di media sosial terkait penanangan bencana di wilayah itu.
Kendati kritikan tersebut merupakan masukan, namun Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, angkat bicara menaggapi hal itu.
“Kalau ada masyarakat yang bisa mengetahui bencana kapan dia datang dan terjadi, kita pasti bersyukur sekali. Masyarkat silahkan mengkritik,” sindir Wattimena saat berlangsungnya program Walikota Jumpa Rakyat, bertempat di Balai Kota, Jumat (4/7).
Ditegaskannya saat bencana terjadi dan mendapatkan informasi, BPBD Kota Ambon selalu siaga dan turun langsung di lapangan untuk membantu warga yang terdampak musibah.
“Pada saat bencana terjadi apakah BPBD tidak turun?. Mereka turun di mana-mana bahkan mendapat apresiasi dari masyarakat,”ungkapnya.
Kata dia, pihaknya berupaya semaksimal mungkin melakukan penanganan, apalagi telah terjadi ratusan bencana alam walaupun kejadiannya subuh tetap BPBD terjun ke lapangan.
“Kami ini bukan robot, kami manusia. Apaling telah terjadi ratusan bencana alam, kami berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan itu. Yang menjadi pertanyaanya ada longsoran di dekat rumah, masyarakat tidak pernah turun dan membantu. Bilang itu kepada masyarakat yang mengkritik mari datang untuk bantu kita turun lapangan, mereka sementara tidur, tetapi ketika kejadian bencana jam 2 dan jam 3 pagi BPBD stanby siaga,”sentilnya.
Wattimena yang juga mantan Sekretaris DPRD Provinsi Maluku itu, menegaskan masyarakat juga harus objektif dalam menyampaikan kritikan.
“Saya rasa kita mesti objektif, jangan seolah-olah Pemerintah seperti Juruslamat, Kalau ada masyarakat yang bilang nanti datang sesudah longsor. Terus kita mau datang sebelum longsor dimana?. Berikan kepada kami data soal tempat-tempat longsor dan banjir, supaya kita antisipasi sebelumnya,”sergah Walikota. (KTL)



























