Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Maluku

Ambon “Dikepung” Bencana, Gubernur & Walikota Tinjau Lokasi

badge-check


Ambon “Dikepung” Bencana, Gubernur & Walikota Tinjau Lokasi Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Bencana banjir, tanah longsor, pohon tumbang hingga jembatan ambruk terjadi di Pulau Ambon.

Sejumlah kawasan di Kota Ambon terdampak bencana, akibat curah hujan tinggi beberapa hari terakhir. Banjir, tanah longsor, pohon tumbang dan jalan rusak.

“Ambon seperti “dikepung” bencana. Dimana-mana ada longsor dan banjir,” ungkap Rustam warga Ambon, kepada wartawan, Minggu, kemarin.

Dia mengaku, dari  Sabtu, hingga Minggu, warga tetap siaga. Pasalnya, curah hujan yang tinggi menyebabkan, banjir tidak pemukiman warga di Jalan Baru, tak bisa dihindarkan.

“Semua sudah diungsikan, barang-barang penting dan juga anak-anak,” ungkapnya.  Menurutnya, bukan hanya di Jalan Baru, tapi sebagian besar Ambon, terendam banjir dan longsor,” sebutnya.

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan  Walikota Bodewin Wattimena  bergerak cepat. Kedua petinggi ini, langsung turun pada lokasi-lokasi yang terdampak bencana, Minggu, kemarin.

Lokasi bencana tanah longsor di Negeri Naku, Kecamatan Leitimur, jadi lokasi pertama yang dikunjungi Gubernur dan Walikota. “Disitu, selain tanah longsor juga jalan putus dan aktivitas warga macet total,” ungkap warga.

Gubernur dan Walikota mengambil langkah cepat untuk mitigasi bencana yang terjadi, sehingga diharapkan tidak terlalu merugikan masyarakat.

“Setelah meninjau saya dan Walikota akan bahas secara kolaboratif antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota. Tujuannya dalam waktu cepatnya kita harus bisa keluar dengan solusi untuk memitigasi dampak dari bencana ini,” ungkap Gubernur.

Dia meminta dukungan dan doa agar masyarakat terdampak bencana bisa diberikan kekuatan untuk menghadapi situasi ini sementara waktu. Gubernur juga menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana membantu meringankan beban mereka.

Selanjutnya Gubernur dan rombongan menuju lokasi longsor dan banjir serta menyerahkan sejumlah bantuan kepada warga di Negeri Hative Kecil, Kecamatan Sirimau.

“Bantuan yang diserahkan Gubernur  berupa tenda, terpal, makanan siap saji, serta bantuan materi lainnya,” ungkap warga.

Raja Negeri Hative Kecil menyampaikan terima kasih kepada Gubernur dan Walikota yang telah memiliki kepedulian melihat masyarakat, khususnya yang terdampak banjir dengan ketinggian dari batas pinggang hingga dada maupun bencana longsor.

Guyuran hujan lebat selama dua hari berturut-turut di Pulau Ambon telah mengakibatkan bencana tanah longsor dan banjir pada beberapa titik, namun belum ada laporan timbulnya korban luka maupun kerugian material.

“Akibat hujan deras yang tidak henti-hentinya sejak kemarin, baru saja terjadi longsoran talud di samping rumah saya, namun syukurlah tidak ada yang terluka dalam musibah malam ini, termasuk rumah tetangga yang temboknya terkena material longsoran,” kata Frengky M, warga Kelurahan Karangpanjang, Kecamatan Sirimau (Kota Ambon) di Ambon, Minggu.

Dari pemantauan yang dilakukan, bencana alam berupa pohon tumbang juga terjadi di kawasan Batugantung menimpa rumah keluarga Romer dan mengakibatkan seorang warga bernama Albert meninggal dunia pada Sabtu (21/6) malam, sementara bencana tanah longsor terjadi di Kezia, Kecamatan Nusaniwe (Kota Ambon).

Sedangkan pada kawasan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) di Kecamatan Sirimau serta Hative Kecil terjadi banjir akibat luapan sungai menyebabkan banyak rumah warga terendam banjir dan mereka sementara ini menyelamatkan diri ke ke tempat yang dirasa lebih aman.

Sejumlah ruas jalan di Kota Ambon juga tidak bisa dilewati sementara ini akibat luapan banjir, seperti di kawasan Perigi Lima, Jalan AY Patty, Jalan Baru, serta kawasan Waehaong maupun kawasan Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Pattimura Ambon Kamari sejak awal bulan ini telah mengeluarkan peringatan dini kepada warga guna mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.

Kondisi cuaca ekstrem ini berpotensi terjadi si wilayah Kota Ambon, Kabupaten Buru dan Buru Selatan, Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur hingga Maluku Tenggara, Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya.

Karena itu masyarakat diimbau mewaspadai cuaca buruk, tanah longsor dan banjir hingga ancaman gelombang tinggi disertai angin kencang.

Peringatan ini dikeluarkan BMKG berdasarkan hasil analisis, kondisi atmosfer yang dapat memicu terjadinya cuaca signifikan di wilayah Maluku akibat adanya daerah pertemuan angin serta percepatan massa udara, suhu muka laut yang hangat antara 28-32 derajat Celcius dengan anomali -1.0 hingga 2.4 derajat Celcius.

Kemudian faktor aktifnya gelombang Rossby dan kelembaban udara lapisan atas yang relatif basah, dsertaMaluku saat ini sudah memasuki periode musim hujan.

Sementara anggota Komisi III DPRD Maluku Allan Lohy mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti setiap laporan kerusakan infrastruktur jalan yang rusak akibat cuaca ekstrem yang belakangan ini melanda sejumlah wilayah di provinsi tersebut.

“Apalagi kalau ada surat resmi yang masuk ke Komisi terkait kerusakan infrasturktur dan mengganggu aktivitas warga, perekonomian jadi terganggu maupun keselamatan pengguna jalan, segera kami tindaklanjuti dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna penanganan,” ucapnya.

JEMBATAN AMBRUK

Sebuah jembatan utama penghubung Desa Taeno dengan Desa Wakal ambrol akibat hujan deras yang mengguyur Kota Ambon selama satu hari penuh.

“Kami mendapat laporan dari Polsek Teluk Ambon bahwa terjadi pergeseran tanah di pondasi jembatan Taeno Atas menuju Negeri Wakal dan mengalami penurunan, sehingga jembatan tersebut tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat,” kata Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease AKBP Yoga Putra Prima Setya di Ambon, Minggu.

Jembatan kayu sepanjang 20 meter tersebut ambrol lantaran terjadi pengikisan tanah oleh air yang disebabkan oleh tingginya curah hujan yang mengguyur Kota Ambon.

Ambrolnya jembatan tersebut membuat warga yang ingin melintasi kawasan tersebut harus memilih jalur lain yang melintasi kawasan Durian Patah Ambon.

Saat ini pihaknya pun tengah melakukan pengamanan di sekitar jembatan guna mengarahkan para pengendara untuk melintasi jalur utama.

Dia mengimbau warga yang tinggal di lereng bukit untuk tetap waspada terhadap potensi longsor atau pohon tumbang, mengingat intensitas curah hujan di wilayah Ambon masih cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Akibat ambrolnya jembatan itu, warga setempat meminta perhatian Pemerintah Provinsi Maluku dan BPJN Wilayah Maluku untuk segera memperbaikinya. “Karena jalan ini dapat mempermudah masyarakat dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari,” ujar warga setempat, Abdul. (KTL/KT)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Oratmangun Desak Struktur Saham BUMD Ditata Proporsional

24 Mei 2026 - 23:49 WIT

Hadiri Pelantikan Raja Siri Sori Islam, Gubernur: Ini Simbol Dunia Adat Kita Tetap Tegak

24 Mei 2026 - 19:04 WIT

Bukan Cuma Jaga Keamanan, Polisi di Maluku Kini Masuk Kelas Ajarkan Hukum ke Pelajar Kepulauan

21 Mei 2026 - 01:24 WIT

Kawal Megaproyek Blok Masela, Pemprov Maluku Satukan Kekuatan TNI-Polri

20 Mei 2026 - 13:57 WIT

Mengais Rezeki Tradisional di Pesisir Ambalau Setelah 28 Tahun Tertidur

20 Mei 2026 - 13:40 WIT

Trending di Maluku