Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Internasional

Ayatollah Khamenei: Rakyat Iran akan Menang

badge-check


Ayatollah Khamenei: Rakyat Iran akan Menang Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM, TEHERAN – Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan Teheran tetap akan menang dalam konflik Iran-Israel dan kemungkinan keterlibatan Amerika Serikat di dalamnya. Perang antara Iran dan Israel telah memasuki hari keenam.

“Tuhan Yang Mahakuasa pasti akan membuat rakyat Iran benar-benar menang,” kata Khamenei dalam sebuah pernyataan.

Serangan Israel terjadi saat Teheran sedang bernegosiasi dengan Amerika Serikat dan tidak tengah melakukan tindakan militer yang drastis, kata pemimpin tertinggi Iran tersebut.

Khamenei menegaskan bahwa Israel membuat kesalahan besar dengan menyerang Iran, seraya menambahkan bahwa Teheran memiliki rencana untuk “pembalasan lebih lanjut.”

Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa kesabarannya terhadap Iran “kian menipis”. Dia menyebut AS bisa saja dengan mudah menghabisi pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei, tetapi memilih untuk tidak melakukannya saat ini.

“Kami tahu persis di mana ‘Pemimpin Tertinggi’ itu bersembunyi. Dia adalah target yang mudah, tetapi aman di sana – Kami tidak akan menghabisinya (membunuhnya), setidaknya tidak untuk saat ini,” tulis Trump di Truth Social.

“Namun, kami tidak ingin rudal ditembakkan ke warga sipil, atau tentara Amerika. Kesabaran kami semakin tipis,” katanya lagi.

“MENYERAHLAH TANPA SYARAT!” tulis Trump di unggahan berikutnya.

Pada Rabu (18/6/2025), Duta Besar Iran untuk Prancis Mohammad Amin-Nejad menegaskan, Iran tidak akan menyetujui penyerahan tanpa syarat yang dituntut oleh Presiden AS Donald Trump di tengah konflik dengan Israel. Amin-Nejad menegaskan, serangan terhadap fasilitas militer Iran tidak akan memengaruhi kemampuan pertahanan negara Iran.

“(Ultimatum Trump) ini adalah keinginan yang sama seperti (pemimpin otoritas Israel) Benjamin Netanyahu … Itu tidak akan dilaksanakan sama sekali. Rakyat Iran bersatu dalam menghadapi agresi,” kata Amin-Nejad kepada lembaga penyiaran BFMTV.

Iran juga menanggapi pernyataan seorang pejabat Uni Eropa (EU) yang menyerukan agar perang Iran-Israel dihentikan tetapi tidak mengecam Israel yang memulai konflik tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan upaya de-eskalasi tidak akan berhasil jika Israel sebagai pelaku agresi dan kejahatan perang tidak dikecam.

“Berhentilah menjadi pembela agresor,” kata Baqaei dalam sebuah unggahan di X pada Selasa (17/6/2025), menanggapi pernyataan Perwakilan Tinggi EU untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan Kaja Kallas.

Sebelumnya di platform media sosial yang sama, Kallas mengatakan bahwa para menteri EU “sepakat bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir” dan upaya meredakan situasi “sangat mendesak.”

Baqaei menegaskan bahwa program nuklir Iran sepenuhnya bersifat damai dan berada di bawah pengawasan ketat Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Namun di lain pihak, kata dia, Israel justru memiliki senjata nuklir dan terus menghambat upaya perlucutan senjata di kawasan itu.

“Bagaimana bisa Anda mengkhawatirkan program damai Iran yang diawasi IAEA, tetapi mengabaikan fakta bahwa rezim Israel memiliki persenjataan nuklir?” kata Baqaei.

“Iran tidak pernah berusaha membuat senjata nuklir. Justru rezim agresor itulah yang menjadi satu-satunya penghalang agar ‘Timur Tengah bebas dari senjata nuklir’ (yang telah diusulkan Iran sejak 1974).”

“Bagaimana Anda bisa berkata soal ‘#de-eskalasi’ tanpa mengutuk sang agresor dan mendesak mereka untuk menghentikan agresi dan kejahatan perang mereka?!” kata Baqaei.

China pun mengkritik pendekatan yang dilakukan oleh Presiden AS, Donald Trump yang dianggap dapat memperburuk kondisi di Timur Tengah karena menggunakan ancaman terhadap Iran. Diketahui belakangan, Trump terus melancarkan retorikanya terhadap Iran baik melalui keterangan pers maupun media sosial.

“Memanasnya kawasan Timur Tengah tidak menguntungkan siapa pun. Mengobarkan api, menggunakan ancaman dan memberikan tekanan tidak membantu meredakan situasi dan hanya akan memperburuk ketegangan dan memperluas konflik,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing pada Selasa (17/6/2025).

“China menyerukan kepada pihak-pihak terkait, terutama negara-negara dengan pengaruh khusus terhadap Israel, untuk mengambil tanggung jawab yang semestinya dan mengambil tindakan segera untuk mendinginkan situasi dan mencegah penyebaran konflik lebih lanjut,” tambah Guo Jiakun.

Menurut Guo Jiakun, China sangat khawatir atas eskalasi konflik antara Israel dan Iran. China, ungkap Guo Jiakun, menilai bahwa mencapai gencatan senjata adalah hal yang sangat mendesak.

“Hanya dialog dan konsultasi yang dapat menghasilkan perdamaian yang berlangsung lama. Kami siap untuk menjaga komunikasi yang erat dengan semua pihak dan terus memainkan peran yang konstruktif untuk deeskalasi,” ungkap Guo Jiakun.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun menyerukan semua pihak untuk menahan diri dari tindakan dan retorika yang bisa memperburuk ketegangan antara Israel dan Iran. Hal itu disampaikan Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq pada Selasa (17/6/2025), menanggapi pernyataan Presiden AS Donald Trump yang meminta Iran menyerah tanpa syarat.

“Tanggapan saya masih sama, kami ingin semua pihak menghindari tindakan atau retorika yang bisa memperburuk situasi,” kata Haq dalam konferensi pers di markas PBB di New York. (ROL)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Indonesia Kutuk Langkah Zionis Israel Tutup Masjid Al-Aqsa di Bulan Ramadhan

12 Maret 2026 - 17:13 WIT

Diroket  Hizbullah, Salah Satu Anak Menteri Kabinet Netanyahu Anti-Islam Jadi Korban

7 Maret 2026 - 03:16 WIT

AS dan Israel Gunakan 3.000 Amunisi Dalam 36 jam Pertama Serangan Iran

7 Maret 2026 - 00:01 WIT

Kebohongan Presiden Trump Serang Iran Terbongkar

6 Maret 2026 - 15:43 WIT

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim Telepon Presiden Turki Erdogan 

6 Maret 2026 - 14:57 WIT

Trending di Internasional