KABARTIMURNEWS.COM, GAZA – Pasukan penjajahan Israel (IDF) dilaporkan kembali menyerbu Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahiya, Gaza Utara, Senin malam. Kali ini, penyerbuan yang diikuti pengusiran pasien tersebut diduga bagian dari rencana peledakan sampai hancur rumah sakit yang didanai sumbangan warga Indonesia tersebut.
Sebelum menyerbu masuk,staf medis dan puluhan orang, termasuk pasien yang sakit kritis, dipaksa meninggalkan fasilitas tersebut.
Mengutip para saksi, kantor berita Palestina WAFA mengatakan sekitar 55 orang, termasuk seorang anak yang berada dalam perawatan intensif, terpaksa meninggalkan rumah sakit setelah hampir 10 hari tanpa akses terhadap makanan atau air.
Evakuasi paksa tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan organisasi-organisasi internasional, kata WAFA, seraya menambahkan bahwa hal itu terjadi di tengah kekhawatiran akan datangnya serangan udara Israel.
Saksi mata menambahkan bahwa ada kekhawatiran bahwa pasukan pendudukan akan meledakkan rumah sakit Indonesia, sama seperti mereka meledakkan Rumah Sakit Ginjal Noura Al-Kaabi kemarin.
Pasukan penjajah Israel menghancurkan pusat dialisis (cuci darah) Noura al-Kaabi di Gaza utara pada Minggu (1/6/2025). Fasilitas tersebut berafiliasi dengan Rumah Sakit Indonesia.
Kementerian Kesehatan di Gaza menyatakan bahwa penghancuran pusat dialisis menempatkan kesehatan pasien ginjal pada risiko bencana yang tak terbayangkan.
Kementerian Kesehatan mengungkap, ada 41 persen pasien ginjal telah meninggal selama perang karena tidak diberi akses ke pusat dialisis. Sementara itu, mereka menghadapi penghancuran fasilitas dan departemen dimana hidup mereka bergantung.


























