KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China berdampak signifikan pada usaha, baik di level mikro maupun makro.
Dampak utama dari persaingan ini, termasuk penurunan nilai dan volume perdagangan, gangguan rantai pasokan global, kenaikan biaya produksi, dan perubahan dalam perilaku konsumen dan investasi.
Tak hanya Negara, di level Provinsi juga ikut terdampak, termasuk di Maluku, dalam hal ini usaha perikanan yang menjadi unggulan utama dari negeri Raja-Raja.
Usaha perikanan di Maluku terdampak akibat “perang” dagang kedua negara ini, juga dibenarkan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, kepada wartawan di Ambon, Rabu, 23 April 2025.
Dikatakan, perang yang melibatkan dua negara besar di dunia ini, tentu menjadi tantangan bersama dirinya dan Abdullah Vanath di hari ke-64 menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur, terutama untuk pertumbuhan ekonomi di Maluku.



























