KABARTIMURNEWS.COM.AMBON – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menyatakan wilayah pantai utara Maluku Barat Daya (MBD), Maluku, diguncang gempa tektonik, pukul 19.05 WIT, Rabu 19 Februari 2025, tadi malam.
Hasil analisis BMKG, gempa itu memiliki magnitudo M4,9 dengan episenter berlokasi di laut, sekitar 169 km arah timur laut Maluku Barat Daya pada kedalaman 251 km.
BMKG menyatakan, gempa ini merupakan gempa menengah yang dipicu aktivitas deformasi dalam Lempeng Laut Banda (intraslab). Analisis mekanisme sumber menunjukkan adanya pergerakan geser yang menjadi penyebab gempa tersebut.
Peta estimasi guncangan (shakemap) menunjukkan gempa ini dirasakan dengan intensitas III-IV MMI di daerah Damer, Maluku Barat Daya, yang pada siang hari bisa dirasakan banyak orang di dalam rumah.
Di Amahai, Maluku Tengah, serta Mndona Hiera, Maluku Barat Daya, guncangan dirasakan pada intensitas II MMI, yang umumnya hanya dirasakan beberapa orang dan menyebabkan benda ringan bergoyang.
“Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut. BMKG juga memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Monitoring hingga pukul 19.18 WIT belum mendeteksi adanya gempa susulan,” tutur Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, S.Si., M.Si., dalam rilis yang diterima RRI, Rabu (19/2/2025).
Daryono menyarankan masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat diimbau untuk memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal guna memastikan tidak ada kerusakan yang dapat membahayakan sebelum kembali ke dalam rumah.
“Untuk informasi resmi, masyarakat diminta untuk selalu merujuk pada BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” tutup Daryono. (KT)


























