Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Maluku

Hujan & Angin Kencang “Hantam” Maluku

badge-check


Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

KABARTIMURNEWS.COM.AMBON – Puluhan rumah rusak, dua warga terluka dan belasan warga mengungsi.

Hujan dan angin kencang, Selasa, kemarin menghantam sejumlah daerah di Maluku. Akibatnya, puluhan bahkan ratusan rumah warga berikut sekolah dan puskesmas rusak dan terdapat dua korban luka.

Puluhan rumah rusak dan dua korban luka ini, dalam bencana yang terjadi di Kabupaten Kep. Tanimbar (KKT), Maluku. Selain angina dan hujan, juga gelombang tinggi, terjadi di Desa Namtabung, Kecamatan Selwaru.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku mencatat sebanyak 31 unit rumah rusak akibat hujan lebat disertai angin kencang dan gelombang tinggi di Desa Namtabung  itu.

Hujan lebat disertai angin kencang dan gelombang tinggi, bersamaan muncul pusaran angin dari arah laut menerjang wilayah Desa Namtabung itu.

Akibatnya, rumah, sarana pendidikan, sarana kesehatan mengalami kerusakan dan menimbulkan korban luka, kata Kepala Bidang logistik dan kedaruratan BPBD Maluku, Sandy Luhulima di Ambon, Selasa.

Ia mengatakan, kerusakan akibat bencana alam di Desa Namtabung yakni 18 unit rumah rusak berat, 13 unit rumah rusak ringan, satu unit sekolah dasar rusak, satu unit puskesmas rusak.

“Sementara dua orang warga mengalami luka-luka dan belasan warga mengungsi,” katanya.

Sementara, di Desa Romnus Kecamatan Waurlabobar, gelombang pasang disertai angin kencang menghantam pesisir pantai, mengakibatkan kerusakan talud pengaman Pantai.

Selain itu, di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) juga dilaporkan bencana banjir di Desa Taniwel, Kecamatan Taniwel.

Intensitas hujan sedang hingga lebat terjadi dalam beberapa hari, mengakibatkan rumah warga terendam dan fasilitas lainnya.

Dampak bencana alam di SBB ini, sebanyak 78 unit rumah warga terendam banjir atau 312 jiwa, dan satu fasilitas puskesmas terendam banjir.

Selain itu kejadian tanah longsor terjadi di dusun Hato Alang desa Waisala, Kabupaten SBB, dimana intensitas hujan sedang hingga lebat terjadi dalam beberapa hari, disertai angin sesaat berdampak pada tinggi volume air dan deranya arus di dalam sungai.

Mengakibatkan terjadinya pengikisan bagian bawah badan jalan dan berdampak pada ambruk atau rusak badan jalan serta lumpuhnya transportasi ke lokasi kejadian.

“Dampaknya kerusakan badan jalan sepanjang 20 meter, “ ujarnya.

Ia menambahkan, BPBD kabupaten/kota telah melaporkan data kerusakan ke BPBD Provinsi Maluku dan ditindaklanjuti laporan ke BNPB.

“Sementara dua kabupaten lainnya yakni Seram Bagian Timur dan Maluku Tengah yang juga terdampak bencana, belum melaporkan kejadian bencana ke provinsi, “ ujarnya. (AN/KT)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Polda Maluku Dalami Dugaan Kepemilikan 57 Burung Dilindungi

25 Juli 2026 - 20:50 WIT

15 Hari di Luar Daerah per Bulan: Pemerintahan KKT Dinilai “Jalan Setengah Mesin”, DPRD Didesak Ambil Sikap

25 Juli 2026 - 20:17 WIT

Pelajar Amerika-Eropa Diboyong Promosikan Banda Neira ke Mata Internasional

22 Juli 2026 - 22:21 WIT

Pelni Ambon & Tim Gabungan Perketat Pengawasan Kapal dari Penyelundupan Satwa Dilindungi dan Barang Terlarang

22 Juli 2026 - 21:30 WIT

Lindungi Tanah Ulayat dari Pencaplokan, Ketua DPRD Maluku Pasang Badan Kebut Perda Masyarakat Adat

22 Juli 2026 - 13:56 WIT

Trending di Maluku