KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Badan Intelijen Daerah (BINDA) Maluku bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) setempat, menggelar Forum Dialog Publik yang dipusatkan di aula lantai tujuh Kantor Gubernur, kemarin.
Forum ini dilaksanakan dalam rangka menjaga kondusifitas wilayah serta kesinambungan kebijakan dalam pembangunan daerah pasca transisi kepemimpinan di Provinsi Maluku.
Forum Dialog Publik ini dibuka oleh Penjabat Gubernur Maluku Sadali Ie, dan dihadiri oleh Forkopimda Provinsi Maluku, Kepala Badan Intelijen Daerah Maluku, Tokoh Agama, Pimpinan OPD Provinsi Maluku, para Akademisi dan Narasumber, serta Pimpinan OKP dan para pengurusnya.
Sadali dalam sambutannya mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini dalam rangja meningkatkan sinergitas, serta kolaborasi antara pemangku kepentingan, guna kelancaran pelaksanaan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kepada seluruh elemen masyarakat, TNI/Polri, instansi dan lembaga lainnya, yang telah mendukung Pemerintah Daerah, sehingga proses demokrasi, pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten Kota, yang telah terlaksana dengan baik, aman, terkendali dan sukses, dimana hal ini merupakan wujud pengabdian kita sebagai anak bangsa, dalam menjaga, merawat persatuan dan kesatuan melalui sinergitas serta kolaborasi yang baik,” ucapnya.
Disebutkannya saat ini ada dalam tahapan kampanye Pilkada Serentak dan proses pencoblosan untuk memilih Putra Daerah terbaik, guna memimpin Maluku 5 tahun kedepan pada 27 November 2024 mendatang.
“Untuk itu kami mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk menjaga stabilitas dan kondusifitas daerah, guna menyukseskan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2024 di Provinsi Maluku yang bisa berjalan aman, damai, kondusif dan demokratis,” pintanya
Melalui forum tersebut kata dia, juga mendorong seluruh peserta untuk dapat memberikan saran, masukan dan solusi terbaik, untuk bersama-sama mengkaji serta merumuskan permasalahan maupun isu-isu strategis yang berkembang seperti keberlanjutan Lumbung Ikan Nasional, Ambon New Port, Rancangan Undang-Undang Kepulauan, Blok Masela dan isu strategis lainnya.
“Hal ini sangat penting, mengingat Maluku membutuhkan ketersediaan infrastruktur, sarana prasarana, serta kebijakan strategis untuk mendorong tumbuhnya investasi, guna peningkatan Pendapatan Asli Daerah yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat Maluku,”terangnya.
Menurutnya untuk merealisasikan hal tersebut dibutuhkan kebersamaan dan komitmen, seluruh pemangku kepentingan, terutama dalam menjaga konduksifitas daerah sehingga investor merasa nyaman untuk berinvestasi di Maluku. (KTL)


























