KABARTIMURNEWS.COM.AMBON – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Ambon melakukan penundaan keberangkatan dua kapal untuk mengantisipasi bahaya gelombang tinggi pada sejumlah perairan di Maluku.
“Senin seharusnya ada Kapal Pangrango dan hari ini ada Sabuk 106 berangkat tapi di tunda sampai besok,” kata Kepala Operasi (Kaops) PT Pelni Cabang Ambon, Muhammad Assegaf di Ambon, Selasa.
Menurut dia, keputusan itu diambil setelah berkoordinasi dengan nakhoda kapal yang bersangkutan dan menindaklanjuti peringatan gelombang tinggi yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maluku.
“Kami koordinasikan dengan nakhoda kapal apa berani berangkat dengan cuaca seperti yang disampaikan BMKG atau tidak. Kalau ragu kita tunda keberangkatan demi keselamatan dengan berkoordinasi dengan pihak KSOP sebagai otoritas,” katanya.
Oleh sebab itu, kata dia, pihaknya juga telah melaporkan ke Pelni pusat terkait penundaan tersebut untuk mendata penumpang yang telah terlanjur membeli tiket sebelumnya.
“Tetap kami umumkan kepada para calon penumpang agar tak terjadi kesalahpahaman,” tuturnya.
Ia mengatakan hal itu dilakukan untuk mengutamakan keselamatan penumpang agar tak terjadi hal yang tidak diinginkan.



























