Fakta Sidang Korupsi Dana BOS Malteng

Kepsek Se-Kecamatan Leihitu Ngaku Diatur Disdikbud

KABARTIMURNEWS.COM.AMBON - Diarahkan pihak dinas, oleh terdakwa Kadis Askam Tuasikal, manager Octovinus Noya dan Lucky Frits Sopacua Operator.

Sidang lanjutan korupsi dana BOS Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) masih berlangsung. Kali ini 45 kepala sekolah (kepsek) se-Kecamatan Leihitu dihadirkan jaksa.

Itu disampaikan JPU Yunita Sahetapy kepada Kabar Timur Rabu (27/12) usai persidangan. Menurutnya, 46 saksi Kepsek mengaku, ada yang salah dilakukan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Malteng.

"Para saksi kepsek ini sampaikan bahwa memang ada penyalahagunaan BOS yang tidak sesuai juknis," ungkap Kasipidsus Kejari Malteng itu.

Faktanya, dinas tentukan satu sampul raport Rp 85 ribu, padahal pihak toko hanya kasih harga Rp 28 ribu. Para saksi diarahkan dinas untuk setiap sampul raport SD-SMP Rp.85 ribu.

"Tapi dinas arahkan jadi 85 ribu, dong mark-up, begitu," ujar Sahetapy.

Menurutnya, pihak Disdikbud atur para kepsek kelola dana BOS Kinerja, Afirmasi dan Reguler tahun 2020-2022. Tapi faktanya juknis tersebut hanya berlaku untuk SD klas 1 dan klas 7 (SMP).

Tapi Disdikbud malah arahkan untuk semua, tanpa pandang bulu. "Makanya para kepsek komplen," ujar Sahetapy.

Pada sidang sebelumnya, sambung Sahetapy, 32 saksi kepsek juga sampaikan hal yang sama. Mereka mengatakan baik untuk BOS Kinerja, Afirmasi dan Reguler juga diatur.

"Diarahkan oleh pihak dinas, oleh terdakwa Kadis Askam Tuasikal, manager BOS Octovinus Noya dan Lucky Frits Sopacua Operator BOS Malteng," ungkap JPU Yunita Sahetapy.

Kasipidsus Kejari Malteng itu menambahkan setelah Leihitu, sidang berikut lanjut untuk saksi kepsek se-Kecamatan Salahutu. "Iya kita hadirkan saksi-saksi kepsek dari Tulehu, Waai sampai Liang," ungkap JPU Yunita Sahetapy.

Sekadar tahu saja sesuai keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun 2020 BOS Reguler untuk Malteng Rp 60.562.750.000, BOS Kinerja Rp.1.680.000.000 untuk 28 sekolah. BOS Afirmasi Rp 3,6 miliar untuk 60 Sekolah.

Tahun 2021, BOS Reguler Rp.70.266.801.000, untuk 528 sekolah, BOS Kinerja Rp.980 juta untuk 12 sekolah. Dan BOS Afirmasi Rp 1 Miliar untuk 25 sekolah. Sementara tahun 2022 BOS Reguler Rp.67.570.382.507 untuk 528 sekolah, BOS Kinerja Rp.3.190.000.000 untuk 30 SD dan 11 SMP. (KTA)

Komentar

Loading...