Lima Fakta Tentang Tentara Israel

Ilustrasi

KABARTIMURNEWS.COM - Setiap hari media-media menyajikan berita tentang keganasan tentara Israel. Apalagi mereka sekali menyerang menyebabkan ratusan orang tewas. Hal ini membuat banyak orang mengira bahwa tentara Israel gagah berani dan digdaya. Padahal ternyata di balik itu semua, ada fakta-fakta yang menggelikan.

Kekuatan tentara Israel mungkin hanya mitos atau di atas kertas saja. Kalau mereka tentara jempolan tentu sudah berhasil menaklukkan pejuang Hamas. Tetapi sampai sekarang belum ada hasilnya. Mereka hanya bisa menembaki penduduk sipil yang tidak berdaya, lansia, wanita dan anak-anak.
Berikut ini lima fakta tentara Israel:

1. Tentara Israel penakut. Tentara Israel yang diterjunkan di garis depan bukan tentara yang perkasa. Mereka justru adalah orang-orang penakut. Sebenarnya tentara-tentara itu nervous menghadapi pejuang Hamas, jika memasuki wilayah yang diduga ada pejuang Hamas, langsung depresi.

Saking nervous-nya menghadapi pejuang Hamas, mereka menggunakan pampers (popok). Ternyata mereka bisa terkencing-kencing jika berhadapan dengan pejuang Hamas. Padahal mereka datang berbondong-bondong dalam pasukan yang besar.

Tentara Israel juga takut pada hantu. Pada saat memasuki tempat yang gelap seperti gedung yang runtuh, mereka ketakutan. Bukan hanya kepada pejuang Hamas yang bisa tiba-tiba muncul dan membunuh mereka dalam sekejap, tapi juga sosok yang dianggap hantu. Sebuah rekaman suara, memperdengarkan seorang prajurit yang ketakutan dan sang atasan berusaha menghiburnya. Prajurit itu melihat temannya mati di depan mata, oleh sosok yang tidak bisa dijelaskan. Sementara sang atasan tidak bisa melihatnya.

Bisa dibayangkan, kalau prajurit Israel hanya datang sendirian, tidak berkelompok, tentu tidak berani masuk. Lihat saja video ketika seorang prajurit melempar granat dari pintu, dia tidak akan masuk. Sebab tidak ada keberanian untuk itu. Mereka bisa tertawa setelah yakin berhasil, dan ada teman di sekitarnya.

2. Tidak bisa bahasa Arab. Lazimnya, tentara yang ditugaskan untuk menyerbu sebuah negara, mempunyai pengetahuan tentang bahasa di wilayah itu. Setidaknya, bahasa dasar untuk mengerti kehidupan sehari-hari.

Namun justru tentara Israel tidak mengerti bahasa Arab. Hal ini terlihat dalam video di mana seorang prajurit menemukan daftar di dinding yang dibanggakannya sebagai nama pejuang Hamas. Tapi ternyata daftar itu adalah nama hari-hari dalam bahasa Arab. Tentu saja video itu mendapat bully, ejekan dari seluruh dunia, khususnya muslim yang mengerti bahasa Arab.

3. Bodoh. Berbagai cara Israel untuk melakukan propaganda dengan membuat konten video hoaks. Sayangnya, mereka bodoh tidak bisa membuat konten yang bagus dan dapat dipercaya.

Konten video tersebut justru menjadi bahan tertawaan, ketahuan kalau hoaks.

Misalnya, video yang diklaim menemukan bukti keberadaan Hamas di RS Al Syifa. Dalam video terlihat beberapa buku, peralatan dan senjata. Ruang yang ditunjukkan adalah dekat MRI. Ini tidak masuk akal karena ruang MRI adalah medan magnet, tidak mungkin menyimpan senjata di sana. Selain itu, buku-buku tersebut terlihat baru.

Hal bodoh lainnya, tentara Israel tersebut menemukan Alquran dan kurma di dalam rumah sakit. Alquran adalah bacaan umat Islam, semua penduduk Gaza yang mayoritas muslim tentu memilikinya. Penduduk Gaza membaca Alquran setiap hari. Begitu pula dengan kurma adalah makanan sehari-hari orang Arab, tidak hanya di Gaza, tapi di seluruh jazirah Arab.

4. Muda dan tidak berpengalaman. Tentara-tentara Israel yang diterjunkan ke jalur Gaza sebagian besar masih muda. Mereka seperti baru lulus akademi militer atau yang mendapat giliran wajib militer. Karena itu hanya bisa mengikuti perintah atasan.

Tapi mungkin Israel sengaja mengirim tentara muda agar menembak membabi buta kepada semua orang. Mereka senang jika bisa menembak dan tertawa kegirangan seperti anak-anak yang berhasil melakukan permainan. Tujuan pemerintah Israel agar genosida tercapai.

5. Tanpa artileri, mereka macan ompong. Ketahuilah, tanpa dukungan deretan tank dan pesawat pembom, tentara-tentara Israel itu tak ada artinya. Mereka berani bergerak dengan peralatan lengkap, walaupun yang dimasuki adalah wilayah sipil yang tidak berdaya.

Menyadari kelemahan-kelemahan ini, Amerika Serikat telah mengirimkan pasukan untuk membantu tentara Israel. Pasukan Amerika Serikat memperkuat tentara Israel, memotivasi dan mendorong agar berani merangsek ke depan. Sebab target mereka, jalur Gaza harus dikuasai sebelum akhir tahun. (ROL)

Komentar

Loading...