Kades Elat Resmi Dilapor ke Polda Maluku

Ilustrasi

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Dilaporkan karena selama tujuh bulan, delapan perangkat desa tidak memperoleh hak-haknya sejak Juni hingga Desember 2021.

Aliansi Anak Muda Maluku (AAMM) Anti Korupsi resmi melaporkan Kepala Ohoi (desa) Elat, Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara, yakni "US” ke Polda Maluku, Kamis (23/11).

US dilaporkan atas dugaan penggelapan dana tunjangan perangkat desa Tahun 2020-2021 senilai Rp 62 juta.

Sejumlah bukti turut diserahkan para pelapor ke pihak kepolisian, untuk mempermudah pengusutan. Langkah ini ditempuh setelah laporan sebelumnya di Polres Tual pada Desember 2021 tidak jelas penanganannya.

Koordinator Aliansi Anak Muda Maluku Anti Korupsi, Rusli Suat mengatakan, Usuludin dilaporkan karena selama tujuh bulan, delapan perangkat desa tidak memperoleh hak-haknya sejak Juni hingga Desember 2021.

"Totalnya itu ada Rp 62.025.000 untuk delapan perangkat desa yang belum dibayar, sejak Juni sampai Desember," kata Rusli kepada sejumah wartawan di Kantor Polda Maluku, Kamis (23/11).

Rusli Suat menjelaskan, Usuludin hanya membayar tunjangan delapan perangkat desa selama tiga bulan saja. Sedangkan sisanya hingga kini tak kunjung dibayarkan.

“Tiga bulan tunjangan itu juga baru dibayarkan oleh Usuludin dalam upaya mediasi dengan perangkat desa oleh pihak kepolisian,” kata Rusli.

Kepala Desa Elat, "US" hanya membayar tunjangan para perangkat desa dengan syarat uang yang diterima untuk tiga bulan. Sementara para perangkat desa diharuskan menandatangani tunjangan untuk 10 bulan kerja.

Meskipun sudah diancam akan dilaporkan ke pihak kepolisian, Rusli Suat membeberkan sikap US yang menantang dan mengatakan tidak takut. Dia bahkan mempersilahkan apabila ada yang ingin melapor.

"Jadi uang itu memang sudah digelapkan makanya dari 2021 dia tak lagi mau membayar, malah dia bilang laporkan saja kemana dia tidak takut,”ucap Rusli.

Pelapor lainnya Ratu Suat menyebutkan, kasus tersebut sebelumnya telah dilaporkan oleh salah satu perangkat desa Urawi Suatkab di Polres Tual sejak Desember 2021, namun tidak ditindaklanjuti secara serius.

"Sudah lapor ke Polres Tual dari 2021 dan sudah penyelidikan tapi tidak jalan. Makanya hari ini kita lapor ke Polda Maluku agar penanganan dialihkan saja ke sini," kata Ratu Suat.

Sementara itu, laporan para pelapor diterima langsung oleh Kasubdit Tipidkor Reskrimsus Polda Maluku. Kasubdit Tipikor Reskrimsus sempat menanyakan masalah yang terjadi dan sejumlah bukti dari kasus tersebut.

Kasubdit mengatakan bisa mengambil alih penanganan kasus tersebut. Namun kasusnya masih berada di tangan penyidik Polres Tual. Ia menegaskan akan mengambil alih kasus tersebut apabila tidak mampu ditangani oleh pihak Polres setempat.

"Untuk laporan ke Polres biasanya ditangani, tapi kalau nanti tidak mampu kita di Polda bisa ambil alih," pungkas Kasubdit Tipikor Reskrimsus Polda Maluku.
Kepala Desa Elat "US" hingga saat ini belum berhasil dikonfirmasi, terkait laporan tersebut.(CR1)

Komentar

Loading...