Thomas Wattimena Benarkan Keterangan Tiga Saksi

Mantan Kadis PUPR SBB, Thomas Wattimena dengan rompi orange saat digiring Kejati Maluku ke Rutan KelaS IIA Ambon.

KABARTIMURNEWS.COM.AMBON - Thomas Wattimena didampingi dua penasehat hukumnya membenarkan semua keterangan 3 saksi yang dihadirkan tim JPU Kejati Maluku. Namun hakim ketua Rahmat Selang menilai satu saksi berkepala gundul ini memberikan keterangan bohong di persidangan.

Ketiga saksi yang dihadirkan oleh tim jaksa penuntut umum (JPU) Kejati Maluku, dikoordinir Kasitut Achmad Attamimi itu, hanya 2 orang yang memberikan keterangan yang benar.

Sementara saksi "gundul atas" adalah bendahara pengeluaran Dinas PUPR. Akibatnya dia dicercar banyak pertanyaan oleh hakim ketua Rahmat Selang.

"Ini orang harusnya diproses, harusnya dia terlibat juga. Makanya kalau bupati masih hidup kalian semua diproses," cetus hakim ketua Rahmat Selang di persidangan Senin (23/10/2023) di Pengadilan Tipikor Ambon ruang Tirta.

Berbeda dengan dua saksi lainnya, yakni kasubag PUPR Jhoni dan saksi Michel Liando. Keduanya memberikan keterangan apa adanya.

Saksi gundul yang kabar Timur belum mengkofimasi namanya itu dinilai ngeyel oleh majelis hakim. "Di persidangan ini sodara bilang tandatangan SPM, kenyataannya proyek jalan Rumbatu-Manusa tidak selesai. Lalu sodara bilang lagi yang tanda tangan SPM adalah PT Bias Sinar Abadi (BSA) sementara di BAP sini sodara bilang tidak tanda tangan, mana yang betul?" cercar hakim ketua Rahmat Selang.

Mendapat pertanyaan yang menyudutkan seperti itu, saksi gundul tak tahu harus jawab apa. Di lain pihak saksi Kasubag PUPR, Jhoni, mengaku saksi Guen Salhuteru (GS) selaku pelaksana PT BSA beberapa kali datang minta SPM diproses berdasarkan arahan Kadis PUPR.

"Iya Ibu Guen Salhuteru datang berdasarkan arahan KPA, pa Kadis (Thomas Wattimena)," aku saksi Jhoni.

Setelah bertanya ke saksi Jhoni, hakim ketua Rahmat Selang mengarahkan pertanyaan berikut bentuknya ke saksi Michel Liando dari PT BSA.  "Kamu ajukan SPM berapa kali?," telisik Rahmat Selang.

"Seingat saya 5 kali yang mulia, supaya SPM pencairan jadi 100 persen," aku saksi Michel Liando.

"Pekerjaan belum selesai, malah uang sudah habis, ini bagaimana," ujar Rahmat Selang dengan senyum sinis.

Di akhir persidangan terdakwa Thomas Wattimena membenarkan semua keterangan saksi.  "Bagaimana Keterangan tiga saksi ini?," ujar Rahmat Selang kepada terdakwa Thomas Wattimena.

"Keterangan semua saksi benar yang mulia," aku Thomas alias TW itu menjawab hakim ketua Selang. (KTA)

Komentar

Loading...