KABARTIMURNEWS.COM AMBON – PT PLN memberikan kado kemerdekaan dengan meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Desa Makatian, Kecamatan Wermaktian, Pulau Yamdena, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Provinsi Maluku.
General Manajer PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW-MMU), Awat Tuhuloula di Ambon, Minggu mengatakan peresmian PLTD menjadi hadiah kemerdekaan bagi masyarakat Desa Makatian.
“Secara simbolis nantinya PLTD di Desa Makatian akan diresmikan bersamaan dengan 37 lokasi lainnya pada 17 Agustus 2023 . Sekaligus merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, dan kemerdekaan akan akses tenaga listrik bagi masyarakat setempat,” kata Awat,
PLN katanya, berkomitmen untuk terus membangun infrastruktur listrik agar seluruh masyarakat desa di Maluku dapat menikmati.
Melalui program Listrik Desa, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan tak hanya sebagai pemenuhan kebutuhan listrik sehari-hari, melainkan juga pengembangan usaha.
“Kami berharap, listrik ini bisa menunjang semua aktivitas masyarakat Desa Makatian khususnya peserta didik juga bisa belajar dengan merdeka di malam hari,” katanya.
Peresmian PLTD di Desa Makatian tentunya menjadi tonggak bersejarah, yang akan menghubungkan kurang lebih 256 calon pelanggan dengan sumber energi yang akan menerangi masa depan lebih cerah.
“Hal ini adalah langkah penting dalam meningkatkan rasio elektrifikasi dan memastikan kesejahteraan bagi masyarakat desa,” katanya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Josep J. Kelwulan menyampaikan, hadirnya PLN di Desa Makatian, masyarakat akan merasakan dampak positif di berbagai aspek, seperti tingkat perekonomian masyarakat akan berubah drastis.
“Masyarakat bisa mengawetkan ikan dengan pendingin untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan, kemudian dari sisi pendidikan, anak anak bisa belajar di malam hari yang sebelumnya mereka belajar hanya menggunakan penerangan seadanya, sehingga saya harus katakan bahwa listrik ini sungguh merubah hajat hidup orang banyak,” kata Joseph.
Peresmian PLTD Makatian bukan hanya merayakan pencapaian teknis, tetapi juga simbol dari kerjasama yang kuat antara Pemerintah, PLN, dan masyarakat. Ini adalah langkah nyata menuju pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat. (AN/KT)
Pemuka Agama Diminta Ciptakan Kondusif Jelang Pemilu
KABARTIMURNEWS.COM AMBON-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku minta para pemuka agama di daerah itu untuk berkolaborasi dalam menciptakan situasi kondusif dalam menjelang Pemilu 2024.
“Menyongsong agenda politik 2024, gereja bersama agama-agama lainnya diharapkan terus melakukan pendampingan dan pembinaan kepada umat untuk menciptakan suasana aman dan damai,” ujar Wakil Gubernur Maluku Barnabas Nathaniel Orno pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persekutuan Gereja Wilayah dan Sinode Am Gereja (PGIW-SAG) se-Indonesia di Kota Ambon, Jumat.
Sebagai kekuatan moral, menurut dia, agama-agama harus terpanggil untuk memberikan sandaran etika dan moral terhadap politik, sehingga politik yang dikembangkan adalah politik yang beretika, politik yang berintegritas dan bermuara pada kemaslahatan bersama.
“Gereja-Gereja dan agama-agama pada umumnya akan menjadi rekan sekerja pemerintah dan penyelenggara Pemilu untuk terus memastikan bahwa pesta demokrasi ini dapat berjalan lancar dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote,” ujarnya.
Menurut dia, upaya untuk menciptakan situasi kondusif melalui agama-agama, salah satunya melalui rapat kerja dan diskusi-diskusi kebangsaan.
“Ini dapat menjadi lokomotif yang menggerakkan demokratisasi dan pembangunan dalam berbagai sendi kehidupan,” tuturnya.
Sementara itu Ketua Panitia Rakernas PGIW-SAG Bodewin menjelaskan bahwa Rakernas tersebut digelar dengan tema ‘Spiritualitas keugaharian menuju masyarakat majemuk, yang adil, damai, dan makmur dengan kasih persaudaraan”.
“Acara ini merupakan momentum penting bagi para anggota PGIW/SAG, untuk merumuskan arah langkah kebijakan ke depan guna mendukung gerak pelayanan yang berkesinambungan,” katanya. (AN/KT)


























