KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, – Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat Tri Tito Karnavian tertarik dengan proses pengolahan tanaman sagu sebagai pangan lokal unggulan pengganti beras di provinsi Maluku, yang hingga saat ini masih dilakukan secara tradisional.
Ketertarikan Tri Tito Karnavian ditunjukkan saat melihat proses pengolahan sagu secara tradisional yang dilakukan warga Negeri Soya, Zeth Huwae dan beberapa waktu yang ditampilkan pada pameran dan mereka ikut menampilkan proses pengolahan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK di Lapangan Merdeka Ambon, Kamis.
Pada pameran itu, Zeth bersama anaknya menampilkan proses mengolah komoditas bahan pangan itu dengan cara tradisional yakni memukul sagu dengan “nani” alat tradisional yang terbuat dari bambu dan diberi cincin besi untuk menghasilkan serat-serat sagu.
Serat-serat yang disebut “ela” itu kemudian diperah menggunakan air mengalir dan ditampung di dalam “goti”. Air tersebut kemudian didiamkan agar pati sagu berwarna putih mengendap dan kemudian dimasukkan dalam wadah “Tumang” atau wadah terbuat dari daun sagu.
Tri yang didampingi Ketua TP PKK Maluku Widya Pratiwi Murad ikut menyaksikan seluruh proses pengolahan komoditas unggulan itu dengan seksama sambil berdialog dengan Zeth Huwae.



























