KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, – Kebijakan kampus menaikan berbagai biaya tanpa alasan jelas. Ini beratkan mahasiswa.
Aksi demo atas kebijakan Universitas Pattimura (Unpatti), menaikan uang proposal dan ujian skripsi, digelar sejumlah mahasiswa di Gedung Rektorat setempat, Senin, kemarin. Mereka menilai kebijakan tersebut sangat memberatkan mahasiswa ditengah himpitan ekonomi bangsa ini termasuk Maluku, saat ini yang lagi mencekik.
“Kami melakukan aksi demo ini, sebagai protes atas kebijakan menaikan uang proposal dan ujian skripsi,” teriak sejumlah mahasiswa yang mengelar aksi demo dengan nada marah. Tak hanya itu, demo tersebut juga diwarnai aksi bakar ban, sehingga menyebabkan asap hitam membubung, dari pelataran gedung rektorat.
Pantauan Kabar Timur aksi bakar ban yang dilakukan sejumlah mahasiswa yang menggelar demo, nyaris “membakar” gedung rektorat. Yel-yel, protes terhadap kebijakan menaikan uang proposal dan ujian skripsi mengema dari mahasiswa yang mengelar demo itu.
“Kami menolak tegas kebijakan biaya atau uang pendaftaran semonar proposal dan seminar hasil serta pendaftaran ujian skripsi yang dinaikan itu,” teriak pendemo, geram.
Tak hanya itu, rencana kenaikan biaya pendaftaran masiswa baru tahun 2022, ikut diprotes pendemo. Koordinator Aksi, Alfian kepada media di Gedung Registrasi dan Statistik Universitas Pattimura mengaku, kebijakan kampus memberatkan dan terkesan sepihak.
“Jadi kita menolak kenaikan biaya-biaya tersebut. Mengingat, sebagian besar orang tua mahasiswa di Unpatti, bekerja sebagai petani, nelayan, dan uruh,” tegasnya.
Dia mengaku, Rektor Unpatti harus tinjau kembali kebijakan yang memberatkan itu. Sebab, rincinya, uang pendaftaran calon mahasiswa baru tahun 2021 dan 2022 mengalami kenaikan cukup tinggi dan memberatkan.
“Uang pendaftaran calon mahasiswa baru 2021 Rp 250 ribu. 2022, naik jadi Rp 350 ribu. Kenaikannya tanpa alasan jelas. Kami minta kampus jelaskan kenapa bisa naik,”tegasnya.
Alfian mengungkapkan, uang pendaftaran seminar proposal dan hasil sebelumnya Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu, kini sudah naik Rp 750 ribu. “Sementara skripsi punya uang pendaftaran naik jadi Rp 1,750 .000,”ungkapnya.
Dia mengaku, kebijakan kampus yang menaikan berbagai biaya tanpa alasan jelas, sangat memberatkan mahasiswa, ditengah kondisi ekonomi orang tua yang semakin sulit saat ini.
Pihaknya meminta kampus terutama pucuk pimpinan dapat meninjau kembali kebijakan tersebut. “Kalau tidak digubris. Kami akan lakukan demo terus-menerus,”tutupnya. (KTE)


























