KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, – Puluhan warga pemuda dan pemudi yang tergabung dalam wadah. Boy, Aboru, Kariuw dan Hualoy (BAKH), mengelar aksi demo, di tiga lokasi, masing-masing, Kantor DPRD Maluku, Kantor Gubernur dan Kantor Polda Maluku, Rabu, kemarin.
Dalam aksinya mereka meminta Gubernur Maluku dan Kapolda Maluku segera pulangkan masyarakat Kariuw ke kampungnya, pasca konflik 26 Januari 2022, lalu.
“Gubernur, Wagub, Kapolda, Wakapolda semua. Pulangkan Katong pung bongso (Kariu) dalam waktu dekat, paling lambat bulan maret,” teriak Kamarudin Tubaka dalam orasinya.
Aksi dimulai pukul 10:35 WIT di Kantor Gubernur, dilanjutkan di Kantor Polda Maluku sekira pukul 12:00 WIT, dan berakhir di Kantor DPRD Maluku, pukul 14:23 WIT.
Di Kantor gubernur, Komarudin meminta kesediaan gubernur untuk menemui mereka, namun keinginan tak terwujud. Pasalnya, Gubernur dan Wakil Gubernur tidak berada ditempat.
“Persekutuan gandong, BAKH hari ini datang mempertanyakan, keberadaan dan eksistensi negeri adat Kariuw yang hari ini telah di bumi hanguskan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” teriak Tubaka.
Komarudin menjelaskan, sebelum Maluku mengenal perjanjian Malino, “Negeri Huwaloy sudah lebih dulu melindungi sudara gandong kami,” ungkapnya.
Dikatakan, masyarakat Kariu, sudah dua kali tinggalkan kampung halaman karena dibumihanguskan. Ibu hamil, orang cacat, orang tua, anak kecil, harus menelusuri hutan belantara untuk menghindari kobaran api.
“Negeri yang berakhir dengan kobaran api, membunuh semangat hidup dari satu anak bangsa di bumi Haruku. Negara harus hadir untuk menjamin keamanan dan kami menolak pengungsi Kariu direlokasi ke Aboru,” teriak Tubaka lagi.



























