KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, – Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno mengatakan, penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) di 11 Kabupaten/kota, harus membawa manfaat sehingga kesannya tidak sia-sia. “Program menggunakan APBD, tidak boleh sia-sia. Itu harus bermanfaat demi kemaslahatan masyarakat,”kata Wakil Gubernur, Barnabas Orno, Kamis (23/9).
Menurutnya, APBD merupakan mesin utama yang berperan sebagai penggerak ekonomi ditengah situasi Pandemi COVID-19, mesti dikawal sebaik mungkin sehingga penggunaannya dapat efektif dan efisien.
Hal tersebut, kata Orno, dapat berlangsung sesuai harapan tergantung dari kinerja Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). Sebab, mereka bertanggungjawab memastikan akuntabilitas, efektivitas dan efisiensi dalam program-program yang telah, sedang dan akan dilaksanakan.
“Pengawasan intern harus mampu berkontribusi, mendorong keberhasilan pencapaian target-target pemulihan ekonomi nasional yang telah ditetapkan. Seluruh APIP, harus memahami betul tantangan dan permasalahan yang harus diselesaikan,”jelasnya.
Dikatakannya, laporan pengawasan yang berkualitas dan berdampak pada pengambilan kebijakan pemerintah, dalam hal ini rekomendasi yang tepat, adalah suatu bentuk tanggungjawab kinerja bagi APIP.
“Namun, pada prosesnya, APIP kerap kali berhadapan dengan isu peningkatan kompetensi, dan kapabilitas Sumber Daya Manusia (SDM) dari aparatur pengawasannya,” ungkap Barnabas.
Selain itu, juga diperlukan upaya peningkatan kompetensi pimpinan APIP, yang memainkan peranan krusial, dalam menentukan seberapa optimal APIP menjalankan tugasnya.
“Untuk itu, guna menjalankan tangggungjawab yang besar ini, tentu pimpinan APIP perlu dibekali dengan komptensi yang memadai, sehingga dapat memenuhi ekspektasi para pemangku kepentingan, yang telah ditetapkan sebagai motor penggerak,” tandasnya. (KTE)


























