KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, – Gubernur Maluku, Murad Ismail mengaku, untuk meningkatkan jumlah wirausaha muda, perlu memaksimalkan pengelolaan potensi daerah, sehingga mampu menyerap lapangan kerja.
“Perrsaingan pasar bebas, memerlukan kemampuan daya saing di berbagai sektor, bukan hanya mampu memanfaatkan pasar domestik tetapi mampu berekspansi ke negara lain, “ kata Gubernur, Minggu (25/7) .
Tidak hanya itu, Gubernur mengaku, bonus demografi di tahun 2030 juga harus disikapi sebagai salah satu upaya, meningkatkan jumlah wirausaha muda khususnya di Provinsi Maluku.
“Dimana jumlah penduduk Usia Produktif 15-64 tahun akan mencapai 70 persen, sisanya 30 persen usia yang tidak produktif. Jika bonus ini tidak diantisipasi, otomatis bisa menjadi bencana, “ jelasnya.
Olehnya itu, kegiatan 1.000 Start-Up Digital 2021, yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI, sangat didukung oleh Pemerintah Provinsi Maluku.
“Kegiatan yang telah berlangsung sejak tahun 2016 ini sangat kami dukung. Dengan adanya program itu, kami berharap generasi muda khususnya, mahasiswa dapat manfaatkan peluang dengan baik, “harapnya
Gubernur menambahkan, program tersebut dilakukan Kementerian Kominfo dengan tujuan, untuk mendorong anak muda agar dapat mengelola platform digital bidang agrikultur, kesehatan, pendidikan, pariwisata,logistik dan maritim.
“ Sekali lagi saya harap mahasiswa agar dapat manfaatkan peluang melalui program ini dengan baik. Karena dengan startup, peluang usaha akan lebih terbuka besar bahkan dapat menjangkau manca negara, tanpa harus membuka lapak,”tutupnya.
(KTE)


























