KABARTIMURNEWS.COM,Ambon, – Transaksi emas di pedagang pinggiran jalan pertokoan Ambon Plaza maupun di depan Kantor Pegadaian Kota Ambon, Maluku, hingga kini sepi pengunjung.
“Sepi tidak ada pengunjung yang datang untuk melakukan transaksi jual atau membeli perhiasan emas, dan kondisi ini sudah terjadi sejak awal penerapan PSBB transisi,” ujar Uji, pedagang emas di atas trotoar pertokoan, kawasan Ambon Plaza, Maluku, Rabu.
Ia mengakui, selama PSBB, ara pedagang seperti dirinya tidak melakukan aktivitas, dan baru mulai dagang setelah PSBB transisi baru.
“Ada juga beberapa teman yang sudah membuka tempat usahanya tetapi belum pajang barang mas yang akan dijual. Pokoknya sepi sekali, pengunjung saja tidak terlihat apalagi yang datang untuk menjual maupun membeli,” kata Uji, yang selama ini bermukim di kawasan Desa Batu merah.
Kondisi ini, kata dia, menyebabkan harga patokan pembelian emas dari warga yang datang untuk jual atau yang mau membeli belum ada. Apalagi harga emas di toko naik cukup tinggi hingga mencapai Rp870.000/gram.
Imbasnya, harga emas di pedagang pinggir jalan pun naik di tengah lesunya ekonomi keluarga akibat pandemi COVID-19.



























