Sekilas Info

252 Unit Rumah Pelanggan PLN Roboh Diguncang Gempa

Manager Komunikasi PLN Maluku-Maluku Utara, Ramli Malawat

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - PT. PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara, mencatat sebanyak 252 unit rumah yang merupakan pelanggannya roboh hingga menghancurkan sistem kelistrikannya akibat guncangan gempabumi berkekuatan 6.8 SR, Kamis (26/9) lalu.

Selain itu, sebanyak 555 unit rumah lainnya di tiga Kabupaten/Kota terdampak gempa tersebut, sistem kelistrikannya masih bagus atau bisa diperbaiki secepatnya.

"Kami juga akan melihat 252 rumah rusak berat itu seperti apa. Nanti kita bicarakan dengan provinsi. Karena kami terkoordinir dengan tim posko bencana provinsi Maluku. Prinsipnya PLN siap," kata Manager Komunikasi PLN Maluku-Maluku Utara Ramli Malawat kepada wartawan, Jumat (4/10).

Menurut Malawat, untuk pemasangan sambungan listrik pada ratusan unit rumah yang terdampak gempa akan dilakukan secara gratis.

"Karena mereka merupakan pelanggan dan tanggungjawab kami," tambah Malawat.

Akibat hancurnya sistem kelistrikan pada 252 unit rumah yang ambruk tersebut, lanjut Malawat, menyebabkan terjadinya penurunan penjualan hasil produksi.

"Untuk daya mampu listrik di Kota Ambon sekitar 68,3 MW. Kemudian beban puncak kami 47 MW. Ini terjadi penurunan akibat bencana yang terjadi, sehingga KWh produksi untuk KWh jual itu menurun," katanya.

Menurutnya, gempa tektonik berkekuatan 6.8 SR itu, juga telah menyebabkan terjadinya gangguan sistem kelistrikan. Di Kairatu, aset PLN seperti travo distribusi dan sejumlah tiang di Haruku, roboh.

"Tapi sampai saat ini kondisi sistem operasi kami sudah mencapai 100 persen. Sistem yang sudah kami benahi adalah sistem 20 KP, kemudian travo distribusi sudah terpasang kembali bersama tiang roboh di Haruku. Karena saat itu secara spontan tim kami dapat menyelesaikannya," ujarnya.

Selain memastikan sistem kelistrikan sudah stabil, PLN juga mengerahkan sebanyak 118 personel BKO yang ditempatkan di 18 posko. Dimana posko utama berada di Darussalam, Desa Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah.

"Saat gempabumi, kami juga bekerjasama dengan posko provinsi dimana tenda-tenda yang ditempatkan BPBD itu secara spontan langsung lampunya kami nyalakan. Juga di daerah-daerah atau ruang-ruang yang membutuhkan penerangan," jelasnya.

Bukan saja itu, melalui CSR PLN juga telah memberikan bantuan senilai Rp175 juta dalam bentuk sumbangan sembako, peralatan mandi, selimut, dan tenda untuk pengungsi.

"Bantuan-bantuan ini kami sudah serahkan secara beberapa tahap, baik melalui posko BUMN, BPBD dan lain-lain," tandasnya. (CR1)

Penulis:

Baca Juga