Sekilas Info

Gempa, Siswa SMP Tewas Tertimpa Reruntuhan Gedung

Foto: Husen Toisuta/Kabar TimurLokasi korban meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Gempa tektonik yang mengguncang Pulau Ambon dan sekitarnya kembali memakan korban jiwa. Ribuan warga mengungsi lagi, setelah gempa berkekuatan 5.2 SR ini terjadi Kamis (10/10) siang.

Selain menelan nyawa seorang anak, gempa yang terjadi pukul 13.39 WIT ini juga menyebabkan sejumlah rumah warga, rumah toko, dan gedung perkantoran mengalami kerusakan berat.

Korban tewas adalah Vincen Ananto. Siswa SMP ini tertimpa reruntuhan bangunan ruko di Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.

Korban yang masih menggunakan seragam sekolah itu meninggal secara mengenaskan. Kepalanya remuk saat dinding ruko lantai 2 runtuh menimpanya yang telah berhasil keluar dari dalam ruko orang tuanya tersebut.

Kepada Kabar Timur, seorang pegawai di toko milik orang tua korban ini mengaku saat itu Vincen baru pulang sekolah. Ia kemudian meminta ijin kepada ibunya untuk makan di lantai ruko tersebut.

Ketika gempa terjadi, korban yang berada di lantai 2 kemudian lari menyelamatkan diri. Saat berhasil keluar, tiba tiba reruntuhan batu yang roboh menimpa kepalanya.

"Belakang kepala korban hancur. Saat itu dia ada makan di atas. Saat gempa dia lari turun dan sampai di depan toko, dinding jatuh," kata Rendi, pegawai toko itu kepada Kabar Timur di depan Rumah Sakit Angkatan Laut, Desa Halong.

Rendi mengaku saat gempa terjadi, mereka semua lari menyelamatkan diri keluar toko. Tapi naas, lantaran saat itu korban yang bermukim di perumahan Citra Land ini berada di lantai 2.

"Dia terlambat keluar. Makanya saat di muka ruko, dinding atas jatuh kenal kepalanya," terangnya.

Sempat dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Laut, tapi nyawa korban tidak bisa diselamatkan. Ia diduga meninggal di tempat kejadian perkara (TKP).

Wakil Walikota Ambon Syarif Hadler yang ditemui wartawan usai menjenguk korban meninggal itu di rumah sakit Angkatan Laut, mengaku, Pemerintah Kota Ambon turut berduka cita atas musibah yang menimpa keluarga korban gempa.

Syarif yang didampingi Sekretaris Kota Ambon A.G. Latuheru ini menghimbau kepada warga agar senantiasa waspada dan mampu melakukan evakuasi mandiri saat gempa terjadi.

"Kalau tidak bisa berlari keluar, warga dapat mencari tempat yang aman dan kuat. Bisa masuk di bawa meja, jangan dulu keluar. Kecuali ada di tempat yang mudah untuk keluar," pinta Syarif.

Syarif juga meminta warga untuk menghindari tiang listrik dan gedung-gedung yang tinggi. Dia juga berharap agar foto-foto korban gempa jangan disebar di media sosial.

"Ini karena mengganggu psikologi keluarga. Dan juga membuat rasa trauma masyarakat. Siapapun pasti akan merasakan kehilangan," harapnya.

KERUSAKAN

Pantauan Kabar Timur, gempa pertama berkekuatan 5.2 SR dan menyusul 4.6 SR pukul 13.42 ini juga menyebabkan sejumlah rumah warga rusak.

Di RT 040 RW 08 kompleks perumahan puskopad, kawasan pasar transit Passo, sebuah rumah terlihat miring hingga nyaris roboh.

Tak jauh dari rumah itu, atau masih dikawasan transit Passo, tiga gedung pemerintahan mengalami rusak berat. Adalah gedung Ambon City of Music, UPTD Metrologi Kota Ambon, dan gedung perkantoran Dinas Sosial, Kebersihan dan Pertamanan, Badan Pemberdayaan Perempuan Masyarakat Desa.

Gempa juga menyebabkan warga kembali mengungsi di daerah ketinggian. Seperti di pasar transit Passo dan lapangan sepakbola Hatu Kau, Desa Batu Merah.

Hingga berita ini diterbitkan, jumlah korban meninggal, luka-luka dan kerusakan rumah maupun perkantoran lainnya belum diketahui. (CR1)

Penulis:

Baca Juga