Sekilas Info

Gubernur Pastikan Biaya Korban Gempa Ditanggung Pemprov

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Gubernur Maluku, Murad Ismail memastikan jika semua biaya perawatan korban gempa bumi di Ambon akan ditanggung Pemprov Maluku.

Hal ini disampaikannya saat dikonfirmasi awak media disela-sela peninjauan pengungsi korban gempa di RSUD Dr. Haulussy Ambon, Kamis (26/9) malam sesaat setelah Gubernur tiba di Kota Ambon.

"Tidak ada satu pun yang kita tidak kita biaya, dokter tidak ada yang minta upah, semua saya yang tanggungjawab dan kalau ada yang minta upah, kasi tau sama saya, supaya saya luruskan hal-hal yang demikian,"ujarnya.

Menyinggung soal adanya pengungsi di kediaman Dinas Gubernur Maluku di kawasan Mangga Dua, Murad mengaku tidak ada masalah. "Nggak ada masalah. Memang kita sengaja siapa saja siapa saja boleh tidur di rumah dinas gubernur sebelum jadi gubernur,"tandasnya.

Sebelumnya diberitakan Kabar Timur, Gubernur Maluku, Murad Ismail langsung meninjau kondisi pengungsi korban gempa setiba di Ambon Kamis (26/9) malam.

Lokasi pertama yang ditinjau Gubernur adalah RSUD. Dr. Haulussy Ambon di kawasan Kudamati.

Kepada awak media di RSUD Haulussy, Ambon, Gubernur Maluku, Murad Ismail mengatakan di Maluku masih kurang sosialsasi terhadap langkah-langkah yang harus diambil ketika terjadi gempa.

"Kurang sosialisasi, kalau di Jepang itu saya liha tv, di brosur-brosur dibikin, ketika ada gempa, orang di dalam gedung di dalam rumah tidak perlu dia lari buru-buru keluar. Dia masuk di bawah meja atau dia masuk di bawah tempat tidur. Karena gempa itu tidak lama. Paling lama itu 10 detik. Nanti setelah tidak ada lagi goyangan, baru dia keluar. Kita di Ambon bukan rumah bertingkat yang habiskan tempat tidur,"sebutnya kepada awak media.

Dikatakannya, korban yang jatuh saat gempa karena panik.

Sehingga hal ini perlu mendapat perhatian. "Ini semua yang celaka yang ada disini ada yang patah tangan, anak kecil ada yang kena batu, karena panik. Ibunya selamat anaknya tidak selamat. Seakan-akan anak ini jadi tameng. Ini mesti jadi perhatian,"sebutnya.

Olehnya itu, Murad mengaku akan berkoordinasi dengan BNPB termasuk dengan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Munardo agar dibuat sosialisasi tentang langkah-langkah yang harus diambil saat terjadi gempa.

"Jafi nanti setelah ini saya akan bicara dengan Kepala BNPB, termasuk Doni Munardo besok pagi datang, untuk bikin sosialisasi atau brosur-brosur yang membicarakan menuangkan kalau apabila ada gempa , masuk lari ke bawah meja makan atau tempat tidur, baru setelah udah reda baru keluar,"tuturnya.

Apalagi kata mantan Dankor Brimob Polri itu, Maluku merupakan daerah pusat gempa. "Itu saya lihat di Tv Jepang, dimana-mana Jepang punya brosur itu. Tapi kita (tidak). Apalagi kita Maluku ini pusat gempa juga. Itu yang pertama kurang,"sambungnya.

Selain itu, Gubernur juga meminta kepada media untuk tidak menyebarkan berita hoax. "Saya minta kepada media-media juga, itu berita-berita hoax itu jangan sampai, jam tiga nanti gempa lebih besar lagi nanti tengah malam. Istri saya baru saja sms saya , tengah malam nanti ada gempa lebih besar lagi. Jangan kita mendahului tuhanlah. Kita sama-sama berdoa mudah-mudahan Tuhan kasi kita cobaan ini tidak berkelanjutan,"tandasnya. (RUZ)

Penulis:

Baca Juga