KSOP Terapkan Tiket Elektronik

AMBON - Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas I Ambon, Maluku menerapkan tiket sistem elektronik (e-ticketing) berbasis boarding pas penumpang kapal laut PT Pelni di Pelabuhan Yos Sudarso.

Kepala KSOP kelas I Ambon, Yefri Medison mengatakan, tiket sistem elekrtonik berbasis boarding pass merupakan proyek perubahan pelayanan kepada masyarakat di Provinsi Maluku, guna mendapatkan kemudahan dalam perencanaan perjalanan.

“Selama ini masyarakat membeli tiket secara konvesional di kantor Pelni maupun travel agen, dengan perubahan ke sistem online ini penumpang memiliki pilihan untuk membeli tiket,” katanya usai peluncuran e-ticketing di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, pekan kemarin.

KSOP bekerja sama dengan PT Pelni dan Pelindo IV untuk memudahkan masyarakat dalam membeli tiket yakni cukup mengunduh aplikasi pelni mobile, masyarakat dapat membeli tiket secara online dan sebelum berangkat dapat mencetak tiket di vending mesin yang tersedia di pelabuhan.

Saat ini PT Pelni menempatkan tiga mesin yang beroperasi 24 jam di pelabuhan, untuk memudahkan masyarakat mencetak boarding pass sebelum berangkat. 

“Kita berupaya memberikan kemudahan bagi masyarakat, karena selama ini terkendala mengantri tiket di loket pelni, tetapi dengan sistem online dimanapun berada bisa beli tiket dengan mudah dan gampang,” ujarnya.

Selain meluncurkan sistem e-ticketing juga dilakukan penandatangan maklumat pelayanan antara KSOP dan pelindo yang berisi rincian kewajiban operator pelabuhan terkait standar dan acuan kualitas pelayanan, guna memberikan pelayanan yang berkualitas, mudah, terjangkau dan terukur.

Manajer Operasional pelabuhan PT Pelni (Persero) Indra Maulana menyatakan, saat ini PT Pelni melakukan pembenahan peningkatan layanan bagi penumpang dengan menerapkan e-ticketing berbasis boarding pas.

Penerapan sistem ini di pelabuhan Ambon merupakan pelabuhan ketiga setelah sebelumnya diterapkan di Tanjung Priok Jakarta dan Tanjung emas Semarang.

Masyarakat katanya, memesan tiket kapal menjadi sangat cepat dan mudah yakni dapat membeli tiket via aplikasi dan bayar pakai ATM/atau internet banking, dapat kode booking dan print tiket saat akan berangkat di pelabuhan.

“Ambon merupakan kota ketiga dan akan dilanjutkan ke Makassar, Bitung, Surabaya dan Belawan, kita berharap kedepan pelayanan di pelabuhan akan sama dengan bandara, karena penumpang cukup mencetak boarding pas di mesin yang tersedia di pelabuhan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD provinsi Maluku, Anos Yeremias mengapresiasi inovasi KSOP dan PT Pelni yang menerapkan sistem untuk memudahkan masyarakat. “Inovasi baru dan luar biasa, padahal kita baru membahas tiga bulan lalu dan hari ini sudah direalisasikan, karena itu kita patut memberikan apresiasi,” katanya.

Ia mengakui, di pelabuhan banyak hal yang harus dibenahi bukan hanya layanan tiketing, tetapi juga tiket masuk ke pelabuhan maupun biaya porter dan bongkar muat barang, semua ini harus dibenahi guna peningkatan pelayanan bagi masyarakat.

Inovasi ini harus didukung seluruh pihak, meningat sistem ini pelabuhan Yos sudarso merupakan lokasi ketiga, diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

“Dengan berlakunya e-tiket berbasis boarding pass ini menguntungkan masyarakat karena untuk mendapatkan hanya dibutuhkan satu menit, sistem ini beda tipis dengan bandara karena itu harus dimanfaatkan dengan baik,” tandas politikus partai Golkar ini. (AN/KT)

Penulis:

Baca Juga