KABARTIMURNEWS.COM,TERNATE – Pemerhati kebencanaan Mustafa meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Utara (Malut) membuat rencana kontijensi bencana sebagai panduan bagi semua pihak dalam penanganan bencana jika suatu saat dareah ini mengalaminya.
“Malut merupakan rawan bencana, sehingga harus memiliki rencana kontijensi bencana, seperti yang telah dibuat daerah lainnya di Indonesia yang juga rawan bencana,” kata Mustafa di Ternate, Minggu.
Di Malut sedikitnya ada 14 jenis bencana yang rawan terjadi, di antaranya gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan gelombang tinggi.
Menurut dia, adanya rencana kontijensi bencana akan memudahkan semua pihak terkait untuk memaksimalkan penanganan bencana, karena masing-masing sudah mengetahui apa yang harus dilakukan tanpa menunggu komando.
Selain itu, akan memudahkan pula masyarakat korban untuk melakukan upaya penyelamatan diri sebelum datangnya bala bantuan dari pihak terkait, misalnya ke tempat mana harus mengungsi dan jalur evakuasi mana yang harus dilewati.



























