Sekilas Info

Pedagang di Ternate Keluhkan Mahalnya Biaya Buruh Bongkar di Pelabuhan

Istimewah

KABARTIMURNEWS.COM, MALUT - Sejumlah pedagang di Ternate, Maluku Utara, mengeluhkan mahalnya biaya bongkar yang diminta buruh di sejumlah pelabuhan di daerah ini saat mereka membongkar barang dari kapal.

“Untuk membongkar barang berupa sayuran misalnya yang sebelumnya hanya Rp15.000 per karung, kini menjadi Rp25.000 per karung dan itu jelas sangat mahal,” kata salah seorang pedagang sayur di Pasar Higienis Ternate Nurmala ketika dihubungi di Ternate, Kamis.

Para pedagang di Ternate selama ini harus mendatangkan sejumlah komoditas seperti sayuran dan bawang dari Pulau Halmahera dan Sulawesi Utara menggunakan angkutan kapal laut, karena komoditas seperti itu di Pulau Ternate sangat terbatas.

Menurut dia, untuk menutupi mahalnya biaya bongkar barang di pelabuhan itu, mereka terpaksa menjual kepada konsumen dengan harga lebih tinggi, walaupun harga pembelian di daerah asal jauh lebih murah.

Oleh karena itu, para pedagang meminta kepada Pemkot Ternate dan pihak terkait lain agar biaya bongkar di pelabuhan lebih murah terutama untuk komoditas kebutuhan pokok agar mereka bisa menjual dengan harga murah dan tidak membebani konsumen di daerah ini.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ternate Nuryadin A Rahman mengaku sudah mengetahui keluhan pedagang tersebut dan  segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di pelabuhan agar biaya bongkar bisa lebih murah.

Sebagian besar barang untuk kebutuhan masyarakat Ternate, baik komoditas kebutuhan pokok maupun barang lainnya harus datangkan dari luar Ternate menggunakan angkutan laut sehingga harganya di pasaran setempat lebih mahal jika dibandingkan di daerah lain, yang umumnya disebabkan mahalnya biaya angkut dan biaya bongkar di pelabuhan.

Sebelumnya sejumlah kalangan di Ternate menyarankan kepada Pemkot Ternate untuk menyediakan kapal pengangkut barang, misalnya dengan memanfaatkan perusahaan daerah sehingga pengangkutan barang dari dan ke daerah ini, terutama kebutuhan pokok bisa lebih murah.  (AN/KT)

Penulis:

Baca Juga