Sekilas Info

Wali Kota Copot Lurah Tak Mampu Genjot Pbb

istWali Kota Ternate Burhan Abdurahman saat hadiri kegiatan kelurahan.

KABARTIMURNEWS.COM, Wali Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) Burhan Abdurahman berjanji untuk mencopot lurah yang tidak berkontribusi dalam menggenjot peningkatan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) setahun terakhir mengalami penurunan.

"

Sudah ada pengakuan seluru lurah di Kota Ternate menyatakan sikapnya untuk mengundurkan diri jika tidak tercapai target yang telah ditetapkan," katanya, di Ternate, Minggu.

Menurutnya, terkait dengan pernyataan dibuat dan ditandatangani oleh para lurah, dan disaksikan langsung oleh wali kota di aula kantor wali kota akhir pekan lalu.

Wali Kota Burhan Abdurrahman mengatakan, untuk tugas lurah dalam menggenjot pendapatan asli daerah (PAD), maka lurah diminta untuk meningkatkan perolehan PBB karena sekarang PBB yang menjadi tugas utama, sebab ada penilaian sendiri untuk diberikan penghargaan.

"Program pemerintah sudah ada tinggal saja setiap kelurahan mampu menggejot PBB, sehingga harus tetap fokus, karena itu bisa diukur kemampuan aparat petugas di situ. kalau mampu bisa melakukan itu maka sudah baik," ujarnya lagi.

Selain itu, dirinya menegaskan lurah yang tidak mencapai target ada evaluasi dan sangat bisa untuk diganti, karena yang diminta adalah tunjukkan kerja yang baik.

Menurut Wali Kota, pekerjaan yang dilakukan sudah berulang kali, sehingga pastinya mereka bisa mengetahui cara untuk menggenjot PBB.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Ahmad Yani menambahkan, untuk menggenjot peningkatan PPB Wali Kota Burhan Abdurrahman melalui rapat bersama seluruh lurah di Kota Ternate, sekaligus dilakukan para lurah membuat pernyataan tertulis dan langsung ditandatangani. Apabila lurah tidak mencapai target PBB, maka lurah bersangkutan bersedia dievaluasi dan mengundurkan diri.

"Kita ingin lurah berpartisipasi, walaupun ada kendala, tetapi harus lebih dioptimalkan peran lurah, karena dari target Rp6 miliar hingga saat ini realisasi baru mencapai Rp3,2 miliar, sehingga dalam penandatanganan itu lurah diberikan waktu hingga bulan Desember harus mencapai target yang ditetapkan di setiap kelurahan," ujarnya pula.

Pihaknya berupaya mendorong melalui para lurah. Saat ini tertinggi dicapai Kelurahan Toboko Kecamatan Ternate Selatan. (AN/KT)

Penulis:

Baca Juga