Sekilas Info

Golkar Maluku Pecah Tiga Kubu

IST

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Prahara di tubuh DPD Golkar Maluku makin panas. Perseteruan sesama kader Golkar Maluku, pasca penonaktifan 10 ketua DPD II Golkar masih berlanjut.

Kini para kader beringin terpecah menjadi tiga faksi atau kubu. Mereka tengah berada di Jakarta, untuk saling mengadu ke DPP Partai Golkar.

Kubu pertama dipimpin Ketua Organisasi DPD Golkar Maluku, Richard Rahakbauw. Kelompok ini disebut RR Cs. Kubu kedua, diawaki Ketua DPD Golkar Maluku, Said Assagaff dan sejumlah ketua DPD II Golkar. Sementara kubu ketiga terdiri dari Ketua DPD II Golkar Buru Ramli Umasugy, Ketua DPD Seram Bagian Timur Mukti Keliobas, dan Ketua DPD Golkar Aru Jemi Siarukin.

Awalnya, kubu RR Cs sepakat menonaktifkan 10 ketua DPD II Golkar, yakni Kota Ambon, SBT, Buru, SBB, Bursel, MBD, Aru, Malra, Kota Tual, dan Malteng.

Alasan peonaktifan, 10 ketua DPD II Golkar tersebut tidak maksimal mendukung kader Golkar di Pilgub, dan tidak mampu mempertahankan kursi atau menambah kursi DPRD kabupaten/kota dan provinsi hingga hilangnya kursi langganan Golkar di DPR RI.

RR Cs mengklaim keputusanya telah dikordinasikan dengan Ketua DPD Golkar Maluku Said Assagaff, dan Sekretaris DPD Golkar Maluku Ruland Tahapary.

Meski RR Cs berdalih, penonaktifan 10 ketua DPD II Golkar, tidak terkait dukungan di Munas DPP Golkar, namun alasan penonaktifan tak hanya mereka tidak maksimal di Pilkada dan Pileg, tapi mereka mendukung Bambang Soesatyo sebagai calon Ketua umum, penyebab mereka dinonaktifkan.

Kubu Assagaff Cs, kemudian berdalih penonaktifan 10 ketua DPD II Golkar, tidak dikordinasikan dengan Assagaff dan Sekretarisnya Ruland Tahapary. Sabtu (13/7) Assagaff memboyong 8 ketua DPD II Golkar, yakni Kota Ambon, Kepulauan Tanimbar, MBD, SBB, Malteng, Malra, Kota Tual, dan Bursel bertemu Ketua umum DPP Golkar, Airlangga Hartarto.

Sementara kubu Ramli Umasugi, Mukti Keliobas, dan Jemi Siarukin mengadu ke Bambang Soesatyo, Jumat (12/3). Sinyal mereka tidak merapat ke Airlangga, setelah pertemuan 8 ketua DPD II Golkar yang dimotori Assagaff. Ini setelah Ramli, Mukti, dan Jemi tidak terlihat bersama Assagaff menemui Airlangga.

Ketua DPD II Golkar, Richard Louhenapessy mengatakan, dirinya bersama Said Assagaff, Ruland Tahapary bersama tujuh ketua DPD II Golkar dan para sekretarisnya telah bertemu dengan Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto.

’’Kita baru saja bertemu Pak Airlangga. Yang tidak hadir (bertemu Airlangga) itu ketua DPD II Golkar Buru, Aru, dan SBT,’’ kata Louhenapessy dihubungi Kabar Timur, Sabtu (13/7).

Kata Louhenapessy, saat pertemuan itu, Airlangga menegaskan tidak ada penonaktifan ketua DPD II Golkar di Maluku. ’’Ketum mengatakan bahwa tidak ada istilah penonaktifan. Ini setelah ada klarifikasi dari ketua dan sekretaris DPD Golkar Maluku,‘’ kata Louhenapessy yang juga walikota Ambon ini.

Airlangga, kata dia, menyampaikan bahwa Golkar tengah menyiapkan diri menghadapi momentum politik di medio Oktober 2019. ’’Golkar tentu mempersiapkan diri untuk menyiapkan kadernya di parlemen dan kabinet Jokowi-Ma’aruf. Itu hal yang strategis untuk Golkar. Jadi penonaktifan itu bukan hal strategis yang tidak perlu dibicarakan,’’ tegas Louhenapessy mengutip penjelasan Airlangga.

Louhenapessy melanjutkan, saat pertemuan mereka menyatakan dukungan kepada Airlanggar untuk kembali merebut memimoin Golkar, pada Munas medio Desember 2019. ’’Kita juga menyatakan mendukung Pak Airlangga di Munas. Itu resmi,’’ ungkap dia.

Soal alasan penonaktifan 10 ketua DPD II oleh RR Cs, karena tidak maksimal saat Pilgub dan Pileg, Louhenapessy menanggapinya dengan santai. ’’Itu riak-riak kecil saja di internal Golkar. Ini soal kedewasaan berpolitik saja. Apalagi, Pak Assagaff mengatakan tidak tahu kalau ada penonaktifan,’’ katanya.

Menurut Louhenapessy, Golkar Kota Ambon yang dipimpinnya, patut diacungi jempol karena mengalami progres yang cukup signifikan saat pemilu legislatif 17 April 2019 lalu.

’’Bukan soal itu (tidak maksimal di Pilkada dan pileg). Kecuali kita langgar AD/ART. Tapi, saya tegaskan bahwa Kota Ambon, tercatat di sejarah kalau baru pertama menang di Pileg. Kita raih empat kursi di DPRD Kota Ambon, dan raih satu kursi untuk DPRD Provinsi Maluku. Itu prestasi,’’ tegas dia.

Dia khawatir, jika kisruh internal Golkar terus berlanjut akan berimplikasi terhadap pilihan rakyat kepada Golkar, pada momentum politik ke depan. ’’Saya khawatir rakyat Kota Ambon dilecehkan dengan pilihannya. Saya khawatir mereka akan beralih dukungan kepada parpol lain,’’ ingatnya.

RR NGOTOT

Terpisah, Richard Rahakbauw mengatakan, pihaknya tidak mengetahui Said Assagaff Cs bertemu Airlangga. Dia menegaskan, tetap bertahan di Jakarta, untuk berjuang agar 10 ketua DPD II Golkar dinonaktifkan.

’’Kita tidak mendengar (soal pertemuan dengan Airlangga). Kita tidak berkesimpulan. Kami tidak mengomentari. Kita tetap bertahan di Jakarta, tentu adil bagi semua. Kita tetap berjuang mereka nonaktifkan. Kita serahkan ke DPP Golkar,’’ tegas Rahakbauw ketika dihubungi Kabar Timur, kemarin.

Soal hasil pertemuan kubu Assagaff dengan Airlangga, bahwa tidak ada penonaktifan dan mereka menyatakan mendukung Airlangga di Munas, Rahakbauw meragukan dukungan mereka kepada Airlangga. ’’Fakta membuktikan bahwa mereka juga memberikan dukungan ke Bambang Soesatyo. Jadi mereka memberikan dua pilihan. Pilihan pertama kepada Bambang Soesatyo dan pilihan kedua kepada Airlangga Hartarto,’’ tutur politisi Golkar yang akrab disapa RR ini.

Atas dasar itu, RR Cs mempertanyakan konsistensi Assagaff dan delapan ketua DPD II Golkar mendukung kandidat ketum DPP Golkar di Munas. ’’Kita pertanyakan konsistensi mereka. Wajar kalau DPD Golkar Maluku, evaluasi kinerja mereka pada Pilgub, Pileg. Ada kepala daerah tidak memberikan dukungan kepada calon gubernur dari Golkar. Ada juga tidak maksimal mempertahankan kursi DPRD, justru menurun. Ada janji penambahan kursi DPRD kabupaten/kota, tapi justru kursi DPRD kabupaten/kota menurun,’’ tegasnya.

Soal ancaman Ramli Umasugy akan menghabisi karier politiknya di Golkar, Rahabauw menanggainya dengan enteng. ’’Menang dolo (menang di Musda DPD Golkar Maluku untuk perebutan kursi ketua atau sekretaris). Belum menang mau habisi karier politik saya. Habisi bagaimana. Caranya bagaimana?,’’ tanya RR.

RR mengklaim, selama berkarier di Golkar, dirinya tidak pernah menghianati partai yang membesarkanya. ’’Saya tidak pernah khianati Golkar yang besarkan dan berikan sesuatu kepada saya. Ada kepala daerah yang mengkhianati Golkar. Mudah-mudahan mereka dapat jabatan di Musda DPD Golkar Maluku. Saya selama ini perjuangkan Golkar dengan sungguh-sungguh,’’ tegas RR yang juga wakil ketua DPRD Maluku ini.

Kendati begitu, RR mengaku tetap mengampuni Umasugy dan sejumlah ketua DPD II Golkar lainya yang ingin menghabisinya di Golkar. ’’Semoga Tuhan mengampuni mereka. Mereka selama ini tidak maksimal. Tuhan pasti lindungi saya, karena saya tidak pernah mengkhianati Golkar. Kita mesti ke rumah ibadah minta ampun,’’ imbuhnya.

Assagaff menegaskan, tidak pernah menginstruksikan penonaktifan 10 ketua DPD II Golkar. ’’Saya tidak perlu menanggapi Pak Assagaff. Tapi, kalau Pak Assagaff bilang tidak tahu menahu. Silahkan, tapi Tuhan mengetahui itu. Kita tidak parlente. Tuhan tahu itu,’’ tandas RR menanggapi pernyataan Assagaff.

Disinggung Assagaff justru menggandeng sejumlah ketua DPD II Golkar untuk membangun kubu atau faksi, RR tidak memperdulikan. ’’Biarin kita jalan sendiri-sendiri. Tapi saya tetap Ketua Organisai DPD Golkar Maluku. Silahkan Pak Assagaff dan Pak Ruland gabung bersama ketua DPD II Golkar,’’ tegasnya.

NYATAKAN DUKUNGAN

Sementara itu, Wakorbid Penggalangan Khusus Partai Golkar Rizal Mallarangeng mengatakan, Ketua DPD Golkar Maluku Said Assagaff dan jajaran pengurus bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Dalam pertemuan itu, Assagaff Cs menyatakan dukungannya kepada Airlangga untuk melanjutkan kepemimpinan di Partai Golkar.

Pertemuan digelar di salah satu restoran di Jakarta Selatan, Sabtu (13/7). Airlangga hadir didampingi beberapa pengurus DPP Partai Golkar. “Pertemuan ini merupakan konsolidasi dukungan DPD Golkar Maluku untuk melanjutkan kepemimpinan Ketua Umum Airlangga Hartarto Masa Bakti 2019-2024,” kata Rizal di Jakarta.

Rizal juga mengungkapkan, dalam pertemuan yang dihadiri Sekretaris DPD Golkar Maluku, Ruland juga sempat dibahas soal pemecatan ketua-ketua DPD II Golkar di Maluku yang sempat ramai. “Tidak ada pemecatan,” kata Rizal singkat. (KTM/BAL)

Penulis:

Baca Juga