Sekilas Info

Sekolah Minta Siswa Tanggung Leptop UNBK

ILUSTRASI

KABARTIMURNEWS.COM, TERNATE - Sejumlah pihak merasa keberetan dengan kebijkan sekolah yang membebankan pengadaan komputer untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Respon itu disampaikan seorang guru pemerhati pendidikan, menurutnya, apapun alasannya, pengadaan komputer seperti laptot tidak bisa ditanggung siswa.

"Penyediaan sarana dan prasarana untuk pelaksanaan UNBK, terutama laptop menjadi tanggung jawab pemerintah, jadi tidak boleh dibebankan kepada siswa karena mereka tidak semuanya dari kalangan mampu," kata salah seorang pemerhati pendidikan di Malut, Safrudin di Ternate, Sabtu.

Harapan itu disampaikan menyusul adanya sejumlah sekolah di Malut yang meminta sumbangan kepada siswa untuk pengadaan laptop, di antaranya SMP Negeri 1 Ternate sebesar Rp500ribu per siswa.

Menurut dia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak awal mengeluarkan larangan kepada sekolah membebankan pengadaan untuk pelaksanaan UNBK dan larangan itu seharusnya dipatuhi.

Kalau sekolah meminjam leptop kepada orang tua siswa untuk pelaksanaan UNBK, itu masih bisa dibenarkan tetapi seperti yang dilakukan SMP Negeri 1 Ternate tersebut jelas tidak bisa tolelir dan Dinas Pendidikan setempat harus menggunakan kewenangannya untuk menghentikannya.

Pelaksanaan UN dengan UNBK, menurut Safrudin, memang sangat baik karena dapat mencegah kecurangan, tetapi tidak boleh dipaksakan kalau di sekolah bersangkutan belum memiliki sarana dan prasaran memadai.

Pemprov dan pemerintah kabupaten/kota di Malut seharusnya mengalokasikan anggaran yang cukup dalam APBD untuk pengadaan leptop dan sarana penunjang lainnya di sekolah, sehingga sekolah tidak perlu menghalalkan segala cara memenuhi kebutuhan untuk pelaksanaan UNBK.

Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Malut, Imran Yakub mengakui dari 1000 lebih SMP dan SMA sederajat di Malut, sebagian besar belum memiliki sarana dan prasaran memadai untuk melaksanakan UNBK, terutama leptop dan jaringan internet.

Dikjar Malut pada 2019 ini mengalokasikan anggaran melalui APBD pengadaan 100 unit leptop untuk dibagikan kepada sejumlah SMA/SMK di Malut, namun jumlah itu masih jauh dari kebutuhan. (AN/KT)

Penulis:

Baca Juga