Sekilas Info

Disperindag Dikritik, Bangun Pasar Lalu Biarkan Semrawut

ILUSTRASI

KABARTIMURNEWS.COM, TERNATE - Dinas Penindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate, Maluku Utara, diminta untuk membenahi sejumlah pasar tradisional di daerah ini untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat yang datang berbelanja.

"Pemkot Ternate membangun banyak pasar tradisional, tetapi banyak di antaranya dibiarkan semerawut, sehingga mengganggu kenyamanan masyarakat yang datang berbelanja," kata salah seorang tokoh masyarakat di Ternate, Muhammad Hanafi di Ternate, Senin.

Ia mencontohkan, di Pasar Higinies Ternate pedagang memadati lahan parkir dan jalan di sekitarnya sehingga tidak saja mengganggu masyarakat yang datang berbelanja, tetapi juga merusak keindahan pemandangan pasar yang terletak di pusat Kota Ternate itu.

Menurut dia, kalau kondisi kesemrawutan pasar tradisional seperti itu tidak segera dibenahi dipastikan akan mengakibatkan masyarakat enggan untuk datang berbelanja dan beralih ke pusat perbelanjaan modern yang banyak bermunculan di Ternate.

Apalagi pusat perbelanjaan modern itu juga menyediakan hampir semua kebutuhan pokok atau barang yang dijual di pasar tradisional, seperti ikan dan sayuran yang harganya hampir sama, bahkan untuk barang tertentu justru lebih murah.

Kepala Disperindag Ternate, Nuriyadin A Rahman mengatakan pihaknya sebenarnya sudah berulang kali menertibkan pedagang yang berjualan lahan parkir dan jalan di sekitar Pasar Higinies Ternate, termasuk pasar tradisional lain tetapi setelah ditertibkan pedagang kembali berjualan.

Pemkot Ternate tengah menyelesaikan pembangunan sejumlah pasar tradisional di Ternate, seperti Pasar Sabi-Sabi dan Pasar Dufa-Dufa untuk menampung seluruh pedagang di Ternate, sehingga tidak ada alasan lagi pedagang berjualan di lokasi terlarang dengan alasan tidak memiliki tempat berjualan.

Sementara itu, salah seorang pedagang yang berjualan di lahan parkir Pasar Higinies, Santi mengaku ebenarnya memiliki kios di dalam Pasar Higinies, tetapi yang masuk belanja ke dalam pasar jarang, karena mereka lebih senang berlanja di lahan parkir.

Kesemrawutan akibat keberadaan pedagang juga terlihat di Terminal Gamalama Ternate, yang mengakibatkan angkutan kota terganggu saat keluar masuk ke terminal itu, namun sejak pekan lalu sudah ditertibkan oleh petugas Disperindag dan Dishub Ternate. (AN/KT)

Penulis:

Baca Juga