KABARTIMURNEWS.COM, HALSEL – PT PLN ULP Bacan, Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara (Malut) menerapkan pemadaman listrik secara bergilir pasca-gempa bumi yang menimpa kabupaten itu, menyusul adanya kerusahan satu mesin milik PLN.
“Gempa yang terjadi pada siang hari itu sistem kami masih stabil, namun di saat Gempa susulan dengan kekuatan 5.2 SR yang terjadi pada pukul 18.00 WIT, mengakibatkan salah satu Stavol di Desa Hidayat hangus, sehingga kami harus memadamkan sebagian aliran listik,” kata Kepala PT PLN Persero ULP Bacan, Wardani melalui siaran pers yang diterima Antara, Rabu.
Gempa berkekuatan 5.2 SR yang menguncang Kabupaten Halsel pada 5 Januari 2019 lalu mengakibatkan salah satu Stavol milik PLN di Desa Hidayat hangus, sehingga terjadi pemadaman di beberapa desa dan padamnya listrik juga menjadi salah satu sebab kepanikan masyarakat.
Menurut dia, saat ini Stavol di Desa Hidayat sudah diperbaiki oleh pihak PLN pada hari minggu lalu dan sudah kembali normal sehingga tidak ada lagi pemadaman.
Sebab, sebelum terjadi gempa bumi di wilayah Kabupaten Halsel, Kepala PLN juga mengatakan bahwa mesin PLN sudah mengalami gangguan yang diakibatkan oleh cuaca buruk yang terjadi dibagian Kecamatan Bacan Timur Tengah, Kabupaten Halsel, sehingga ada 10 tiang Listrik di Desa Tabangame yang roboh.
“Karena angin kencang, mengakibatkan pohon kelapa menghantam Tiang Listrik dan Kabel yang mengakibatkan sistem kami mengalami ganguan dan terputus, selain Tabangame, di Desa Silang juga mengalami hal yang sama,” katanya.
Sehingga, dari kejadian tersebut, ada arus gangguannya cukup tinggi sehingga menghantam salah satu unit mesin PLN, akhirnya salah satu unit mesin mengalami gangguan, yang tadinya kemampuan daya awal sebesar 5.200 KW, turun menjadi 4.700 KW, karena adanya kerusakan ini, sehingga harus keluar 500 KW.
Sedangkan beban puncak sebesar 4.900 KW, jadi mau tidak mau harus padam 200 KW, yang mengakibatkan terjadinya pemadaman bergilir di beberapa desa.



























