KABARTIMURNEWS.COM, LANGGUR – Otoritas Bandara Karel Sadsuitubun Langgur, Maluku Tenggara bersama sejumlah instansi terkait menggelar simulasi “emergency plan” (persiapan penanganan bencana).
Kepala Kantor Bandara Karel Sadsuitubun Anwar Hamid mengungkapkan, simulasi tersebut dimaksudkan untuk menangani keselamatan penerbangan apabila terjadi keadaan darurat (berbahaya).
“Tujuan utama simulasi ini, apabila terjadi kecelakaan seperti yang dipraktekkan pada simulasi hingga terbakarnya pesawat, kita tidak kaku lagi untuk menanganinya,” kata Anwar, Kamis (20/12).
Instansi yang dilibatkan dalam simulasi ini di antaranya TNI, Polri, Basarnas, BPBD, Dinas Kesehatan dan Dinas Perhubungan Kota dan Malra.
Menurut Anwar, melalui simulasi ini terbentuk koordinasi Komite Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, di mana jalur komunikasi, koordinasi berikut komando berjalan dengan baik dalam penanganan bencana atau keadaan darurat.
Dalam simulasi terlihat jalur komunikasi kepolisian, Lanud, Lanal, TNI AD, juga pihak kesehatan dan perhubungan. “Kita tidak tau ke depannya seperti apa, namun apabila terjadi hal seperti ini kita tidak kaku lagi. Dan kita dapat menanganinya seperti simulasi yang sudah dilakukan bersama,” kata Anwar.



























