KABARTIMURNEWS.COM,BULA – Setelah menetapkan tersangka perkara dugaan korupsi SPPD Fiktif Dinas Kominfo, Kejaksaan Negeri (Kejari) SBT mulai fokus membongkar korupsi Sertifikat Lahan Prona di daerah itu. Kasus ini disinyalir makan korban ratusan KK di sejumlah desa di SBT.
“Jangan diberitakan banyak-banyak ya? Kalau bilang Kejari bergerak usut kasus ini, iya. Intinya personil kita kurang, tapi sekarang kita mulai fokus,” ujar Kajari SBT Riyadi SH dikonfirmasi melalui telepon selulernya Selasa (16/10).
Riyadi menolak membeberkan indikasi dan modus yang digunakan para pihak yang diduga korupsi. Berikut masyarakat desa-desa mana saja yang jadi korban. Dia beralasan, kasus ini masih di ranah penyelidikan.
Sesuai perintah pimpinan institusi, kasus yang masih di tahap penyelidikan dilarang publikasikan. “Karena survei Kejagung RI disimpulkan, 50 persen pembuktiannya di penyidikan maupun di pengadilan jadi ribet,” ingatnya.
Namun informasi yang dihimpun Kabar Timur, kasus ini dipicu oleh kepentingan politik jelang pemilihan Bupati SBT tahun 2013 lalu. Terkait momen politik tersebut, sejumlah politisi lalu bergerilya di desa-desa untuk menyambut Pemilihan Anggota Legislatif tahun 2014.



























