Sekilas Info

Film Pendayung Terakhir Raih Youth Sineas Award

Istimewa

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON – Film dokumenter Pendayung Terakhir menyabet dua penghargaan di festival Youth Sineas Award ke-6 yang berlangsung di Bali.

Film garapan anak muda Ambon dari komunitas film Obscura Alhazen ini meraih penghargaan kategori ide cerita film dokumenter terbaik dan kategori cinematography dokumenter terbaik tingkat mahasiswa.

Film dokumenter berdurasi 17 menit yang disutradarai Ali Bayanudin Kilbaren, bercerita tentang Arif, seorang pendayung perahu dengan rute Desa Poka ke Desa Galala, Ambon. Telah berpuluh tahun Arif, menghidupi keluarganya melalui profesi tersebut.

Namun sejak Jembatan Merah Putih diresmikan Presiden Jokowi pada April 2016, pendapatan Arif dan sejumlah pendayung perahu lainnya mulai berkurang.

“Film ini kami angkat sebagai salah satu bentuk protes kami kepada pemerintah. Hadirnya Jembatan Merah Putih harusnya juga disertai dengan solusi bagi para pendayung, tetapi hal itu sampai sekarang tidak ada,” kata Ali di Ambon, akhir pekan kemarin.

Film dokumenter Pendayung Terakhir telah berhasil meraih lima penghargaan bergengsi tingkat nasional. Diantaranya, Film Dokumenter terbaik Festifal Ucifest 8 Universitas Multimedia Nusantara, Dokumenter terbaik Bandung Independen Film Festival dan Festival Film Jambi. “Ini untuk kesekian kalinya. Penghargaan ini (Youth Sineas Award 2018) sebenarnya sudah diberikan sejak awal bulan lalu, namun kami baru dikabari,” ujar Ali.

Ali berharap dengan banyaknya penghargaan ini, atmosfer film di Maluku terus berkembang dengan menampilkan berbagai budaya. “Dengan begitu kita harapkan anak muda Maluku bisa bersaing di tingkat nasional seperti anak muda dari daerah lainnya,” katanya. (KT)

Penulis:

Baca Juga