KABARTIMURNEWS.COM,TERNATE – Sepanjang Agustus 2018, 22 korban yang mengalami kecelakaan laut di perairan Maluku Utara (Malut) belum ditemukan. Mereka berasal dari tenggelamnya kapal feri KMP Bandeng, hilangnya kapal penumpang KM Kairos serta perahu nelayan.
Ke-22 korban yang terdiri dari ABK, nelayan dan penumpang itu hingga saat ini masih dilakukan pencarian dari tim gabungan Basarnas Ternate.Untuk KMP Bandeng yang tenggelam pada 15 Agustus 2018, dari total 51 penumpang dan ABK, 34 penumpang dinyatakan selamat, 14 ABK selamat, 2 ABK meninggal dunia, dan 1 ABK bernama Supriyadi masih dinyatakan hilang.
Kemudian kapal yang memuat sembako KM Kairos yang membawa 18 penumpang dan ABK bertolak dari Kecamatan Batang Dua Kota Ternate menuju Bitung Sulawesi Utara pada Minggu 12 Agustus 2018 hingga saat ini seluruh penumpang dan ABK termasuk kapal masih belum ditemukan.
Selain itu dua nelayan asal Kabupaten Pulau Morotai masing-masing Rustam Tatapa dan Makmur Andre dilaporkan hilang di Basarnas Ternate pada Sabtu 18 Agustus 2018 dan hingga kini belum ditemukan.



























