KABARTIMURNEWS.COM,AMBON – KPU Maluku resmi menetapkan pasangan Murad Ismail-Barnabas Orno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Terpilih periode 2019-2024.
Pleno penetapan ini tertuang dalam Keputusan KPU Maluku Nomor: 882/HK.03.1-Kpt/81/PROV/VIII/2018 tentang penetapan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur terpilih dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Tahun 2018.
Penetapan pemenag Pilkada Maluku digelar dalam pleno terbuka penetapan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, di Natsepa Hotel, Suli, Senin (13/8), kemarin. Rapat tersebut dipimpin Ketua KPU Maluku, Syamsul Rifan Kubangun didampingi empat komisioner.
Rapat diawali penandatanganan berita acara dan penyerahan salinan keputusan KPU Maluku kepada Wagub terpilih Barnabas Orno dilanjutkan kepada perwakilan Parpol pengusung dan juga Bawaslu Maluku.
Dalam penentapan pasangan dengan jargon “BAILEO” dihadiri Barnabas Orno selaku Wakil Gubernur. Sementara gubernur Maluku terpilih, Murad Ismail tidak hadir, karena sedang menunaikan ibadah haji.
Dua pasangan yang menjadi rival mereka di Pilkada Maluku Juni 2018, yakni: Said Assagaf-Andre Rentanubun “SANTUN” dan Herman Adrian Koedoeboen-Abdullah Vanath, “HEBAT” tidak hadir dalam pleno penetapan.
Acara penentapan dihadiri sejumlah perwakilan partai politik pengusung pasangan “BAILEO”. Selain mereka juga hadir: Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Triyono Haryono, Kepala Pengadilan Tinggi Ambon, Wakapolda Maluku, Perwakilan Kodam XVI/Pattimura, Perwakilan Pemerintah Provinsi Maluku yang diwakili Karo Pemerintahan, Jasmono.
Setelah penetapan gubernur-wagub terpilih akan diusulkan ke Kementerian Dalam Negeri melalui DPRD Maluku untuk jadwal pelantikan.
Barnabas Orno dalam sambutannya mengatakan, putusan sidang Perselisihan Hasil Pilkada Maluku oleh Mahkamah Konstitusi menjadi landasan normatif bagi KPU dalam menetapkan Murad Ismail dan dirinya sebagai Gubernur dan Wagub Maluku Terpilih.
Bersama Murad akan mengemban amanat rakyat Maluku lima tahun ke depan. Selama proses Pilkada, Murad-Orno telah mendatangi 400 desa/dusun di 11 kabupaten/kota di Maluku. Bertemu langsung dengan masyarakat sehingga ditemukan isu kemiskinan dan lapangan kerja begitu juga dengan perbaikan sektor pelayanan jasa, meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan. “Kami digugah memang harus bekerja lebih keras apabila terpilih nanti,” ucapnya.
Apa terlihat selama kampanye dijadikan bekal sebagai penguatan dalam memimpin Maluku ke depan. “Bagi saya dan Pak Murad, pemilihan kepala daerah hanya sarana semata, bukan tujuan. Pilkada adalah proses dan bukan akhir dari perjuangan, tetapi mewujudkan Maluku yang maju adalah tujuan utama kita,” ujar Orno yang juga Bupati Maluku Barat Daya ini.
Maluku yang lebih baik membutuhkan pemimpin yang tulus dan punya hati, membutuhkan keutuhan pergerakan pembangunan yang terarah dan terstruktur, efektif dan efisien, tidak hanya formalitas semata.



























