Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Unpatti Bantu Ekonomi Petani Kecil

badge-check


IST Perbesar

IST

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON-Program kerjasama internasional antara Fakultas Pertanian Universitas Pattimura (Unpatti Ambon) dengan Sekolah Bisnis Institut Pertanian Bogor, dan

“Maastricht School of Management” Belanda bertujuan untuk membantu ekonomi para petani kecil.

“Indonesia mengalami urbanisasi dengan pesat dan terjadi pertumbuhan di kelas menengah serta keberadaan supermarket yang mendukung segmen ini memperluas wilayah cakupannya pada sektor ritel,” kata koordinator lokal proyek Agrofair Fakultas Pertanian Unpatti, Samuel Leunufna di Ambon, Jumat.

Menurut dia, kondisi ini akan menciptakan peluang pasar bagi petani kecil, namun pemasaran yang semakin berkembang memiliki masalah memperoleh produknya dari petani setempat yang pasokannya belum stabil dan lemahnya manajemen mereka.

Kendala lainnya adalah ketidak-mampuan pengelolaan serta penyimpanan hasil produksi pascapanen serta buruknya fasilitas transportasi dan pengolahan, ketidak-konsistenan kualitas, lemahnya kemampuan penelusuran dan keamanan pangan, hingga tidak cukup atau berlebihannya penggunaan bahan kimiawi.

Ia mengatakan, kalau kondisi seperti ini terus dibiarkan berarti menyingkirkan dan memarjinalisasikan para petani kecil di masa datang, khususnya dalam konteks globalisasi pasar.
Secara khusus, program kerjasama internasional ini juga relevan dengan ekonomi pulau-pulau kecil yang merupakan karakteristik wilayah Provinsi Maluku yang terdiri dari dua kota dan sembilan kabupaten.

“Jadi lewat proyek yang dibiayai bersama dengan lembaga Belanda untuk internasionalisasi pendidikan (NUFFIC) ini merupakan langkah inovatif bertujuan mengembangkan kapasitas dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian Unpatti serta Sekolah Bisnis Intitut Pertanian Bogor menanggapi perkembangan dari tantangan dimaksud,” ujar dia.

Berbagai pertanyaan kunci akan menjadi bagian dari perencanaan, termasuk di dalamnya mencari cara meningkatkan aksebilitas petani kecil pada pasar yang menghendaki kualitas tinggi seperti supermarket lokal dan ekspor secara efektif.

Kemudian mencari cara bagaimana mendorong keberlanjutan sosial dan lingkungan yang tinggi sejalan dengan kecenderungan pasar saat ini, termasuk mencari bentuk organisasi petani kecil yang sesuai.

Ia menambahkan, proyek kerjasama internasional ini diusulkan sejak tahun 2016 dan baru disetujui pada Maret 2017 dan akan berakhir Bulan Juni 2020 mendatang. (AN/KT)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

BP2JK Maluku Diduga Jadi Sarang Suap Tender Proyek Kontraktor “Kakap”

15 Juli 2026 - 22:26 WIT

BPJN Maluku Pastikan Preservasi Jalan Seram–Wailoping Jalan Sesuai Kontrak Multi Years Hingga Oktober 2026

15 Juli 2026 - 22:00 WIT

Polda Maluku Pastikan Keamanan Kunjungan Presiden ke Blok Masela

14 Juli 2026 - 22:53 WIT

Menuju “Groundbreaking” Blok Masela: 23 Keluarga Tanimbar Terima Ganti Rugi Lahan Tanpa Riak Konflik

8 Juli 2026 - 23:33 WIT

Menjaga Beranda Depan Nusantara, Lanal Tual Sentuh Hati Nelayan Kei

8 Juli 2026 - 22:18 WIT

Trending di Maluku