Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Pulau Buru

Kabupaten Buru Bersiap Cetak Sejarah Baru di Sektor Pertanian

badge-check


Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, saat meninjau Bendungan Wae Apu, di Kabupaten Buru, Provinsi Maluku. Perbesar

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, saat meninjau Bendungan Wae Apu, di Kabupaten Buru, Provinsi Maluku.

KABARTIMURNEWS.COM.AMBON- Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, bersiap mencetak sejarah baru di sektor pertanian. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah dikebut menyelesaikan pembangunan Bendungan Way Apu yang ditargetkan rampung pada 2027.

Bukan sekadar proyek infrastruktur biasa, bendungan ini digadang-gadang bakal menyulap Kabupaten Buru menjadi sentra produksi pangan utama di Maluku, sekaligus penopang kebutuhan pangan Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU, Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, mengungkapkan bahwa bendungan ini memiliki kapasitas tampung fantastis, yakni mencapai 50 juta meter kubik.

“Bendungan ini dibangun untuk mendukung irigasi sawah dalam rangka memperkuat ketahanan pangan,” ujar Arnold dalam keterangan tertulisnya saat melakukan kunjungan kerja ke Maluku.

Saat ini, progres fisik Bendungan Way Apu telah mencapai 87 persen, tambah dia.

Arnold, yang meninjau langsung ke lokasi bersama Plt. Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Ruslan Malik, optimis kehadiran bendungan ini akan membawa perubahan besar bagi kesejahteraan petani lokal.

Jika selama ini keterbatasan air membuat petani di Kabupaten Buru hanya bisa memanen padi 1 hingga 2 kali setahun, hadirnya jaringan irigasi seluas 10.000 hektare dari bendungan ini akan mengubah segalanya.

Petani diproyeksikan bisa menggenjot produktivitas hingga 3 kali panen dalam setahun.

“Harapan Bapak Presiden, Bapak Menteri, dan saya juga demikian. Nanti Buru dan Seram bisa menjadi pemasok beras utama, sehingga kita tidak perlu lagi mendatangkan beras dari daerah lain,” tegas Arnold.

Menariknya, manfaat Bendungan Way Apu tidak berhenti di sektor pertanian saja. Proyek multifungsi ini juga dirancang untuk menyuplai berbagai kebutuhan dasar dan energi bersih di Maluku.

Diantaranya: Menyemburkan air bersih sebesar 550 liter per detik, mampu mereduksi risiko banjir hingga 60 persen di wilayah sekitar.

Selai itu, bisa menghasilkan energi bersih sebesar 8 Megawatt (MW) dan kawasan genangan bendungan juga berpotensi dikembangkan menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas mencapai 41 MW.

Meski punya segudang manfaat, Arnold tidak menampik proyek ini sempat mengalami keterlambatan dari jadwal akibat kendala teknis dan keterbatasan anggaran.

Material tanah yang digunakan untuk inti bendungan membutuhkan metode khusus dalam proses pengeringan dan pemadatan agar strukturnya benar-benar kokoh.

Proses inilah yang memakan waktu lebih lama dari perkiraan awal. Namun, dengan penyesuaian teknik di lapangan, pemerintah tetap optimistis target operasional di tahun 2027 bisa tercapai.

Melalui sistem irigasi yang andal, Maluku bersiap menyambut era baru kemandirian pangan—mulai dari pasokan beras, sayur-mayur, hingga komoditas pertanian lainnya yang kokoh dan mandiri. (AN/KT)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Ambudsman Maluku Sidak Lapas Namlea

5 November 2025 - 22:26 WIT

Polda Maluku, Tetapkan Tiga Tersangka Penambang Emas “Ilegal” di Gunung Botak

16 Juni 2025 - 01:14 WIT

Motifnya Kecewa Istri “Gagal” Jadi Ketua DPRD, Suami Galang Aksi

7 Agustus 2024 - 04:40 WIT

Kabupaten Buru Capai Imunisasi Tertinggi di Maluku

1 Agustus 2024 - 00:29 WIT

Aziz Hentihu: Ini Duka Bersama, Ribuan Paket Bantuan Diberikan untuk Korban Banjir Waiapo

8 Juli 2024 - 01:29 WIT

Trending di Pulau Buru