KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku menegaskan siap bersikap terbuka dan humanis dalam menghadapi aksi unjuk rasa masyarakat. Hal ini merespons gelombang demonstrasi yang terjadi di Jakarta dan sejumlah daerah lainnya.
“Kami dari kepolisian siap menerima para pendemo dengan humanis. Artinya, kita tetap saling menghargai dan menjaga. Hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat dilindungi undang-undang, dan kami akan memfasilitasi pelaksanaan kegiatan dengan tetap menjaga situasi yang ada,” kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi di Ambon, Sabtu.
Ia menambahkan, Kapolda Maluku telah menekankan kepada seluruh jajaran agar merespons setiap aspirasi masyarakat dengan sikap terbuka dan damai. Hingga kini, belum ada informasi terkait rencana aksi di wilayah Maluku. Namun, kepolisian tetap membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk komunitas ojek online dan mahasiswa.
“Dengan komunikasi yang baik, kami berharap situasi tetap tenang, masyarakat merasa aman, dan hak warga untuk berdemonstrasi tetap terlindungi,” ujarnya.
Sementara itu, diketahui gelombang aksi unjuk rasa yang terjadi sejak 25 dan 28 Agustus 2025 merupakan bentuk kekecewaan masyarakat atas kenaikan tunjangan anggota DPR RI di tengah kondisi ekonomi lesu.
Aksi di Jakarta sempat memanas setelah insiden pelindasan seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan (21), oleh kendaraan taktis Brimob saat pembubaran massa di Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8) malam. Peristiwa yang terekam video amatir dan viral di media sosial itu berujung pada meninggalnya korban.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan penyesalan mendalam atas insiden tersebut. Meski demikian, aksi solidaritas dan tuntutan pertanggungjawaban masih terus berlangsung di beberapa daerah. (AN/KT)


























