Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Maluku

Tekad Baru Golkar Maluku, Rebut Senayan & DPRD

badge-check


Ketua Umum (Ketum) Golkar, Bahlil Lahadalia, resmi melantik pengurus DPD Golkar Maluku, di Ambon, Sabtu, 7 November 2026. Perbesar

Ketua Umum (Ketum) Golkar, Bahlil Lahadalia, resmi melantik pengurus DPD Golkar Maluku, di Ambon, Sabtu, 7 November 2026.

KABARTIMURNEWS.COM.AMBON-Ada kalanya sebuah kekalahan tidak untuk diratapi, melainkan dijadikan batu loncatan paling tangguh untuk bangkit.

Prinsip inilah yang digenggam erat oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Maluku di bawah kepemimpinan Umar Lessy.

Berbicara di hadapan Ketua Umum DPP Partai Golkar dan para kader dalam acara Pelantikan Pengurus dan Rakerda 2026 di Hotel Santika Ambon, Sabtu, 7 November 2026, Umar tampil terbuka tanpa sekat.

Ia mengakui sebuah kenyataan pahit, dalam dua pemilu terakhir (2019 dan 2024), Golkar Maluku gagal mengirimkan wakilnya ke Senayan (DPR RI), bahkan terdepak dari kursi pimpinan DPRD Provinsi Maluku.

Alih-alih mencari kambing hitam, kegagalan tersebut dibaca sebagai alarm keras untuk melakukan pembenahan dari akar rumput.

“Kepengurusan periode 2025–2030 kami maknai sebagai kepengurusan konsolidasi total dan kebangkitan Partai Golkar di Maluku,” tegas Umar di hadapan kader beringin.

SATU KOMANDO

Target Golkar Maluku menuju Pemilu 2029 tidak main-main,yakni: merebut kembali posisi pimpinan DPRD Maluku dan mengembalikan kursi DPR RI yang hilang.

Bagi Umar, posisi pimpinan parlemen bukan sekadar perebutan jabatan, melainkan instrumen vital untuk memperjuangkan kepentingan rakyat secara efektif.

Untuk mewujudkannya, strategi “rapi-rapi” digulirkan. Konsolidasi tidak boleh cuma hidup di atas kertas atau berhenti di tingkat provinsi.

Menurut dia, struktur partai di tingkat kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa dituntut bergerak dalam satu irama dan satu komando.

Tak hanya itu, pintu gerbang partai dibuka lebar bagi darah muda yang berintegritas, tokoh adat, tokoh agama, hingga kalangan profesional. Mengutip kalimat kuncinya yang bernas.

“Kemenangan tidak lahir dari keramaian pada saat menjelang pemilu, tetapi dari kerja yang tekun, organisasi yang kuat, dan kepercayaan rakyat yang terus dirawat,” tandasnya.

AGENDA POLITIK MEMBUMI

Sebagai provinsi kepulauan, Maluku menyimpan paradoks, kekayaan alam melimpah, namun nelayan, petani, serta masyarakat di pulau-pulau kecil masih dihantui ketimpangan, mahalnya biaya logistik, dan kemiskinan.

Umar mengingatkan Golkar harus hadir dengan agenda politik yang membumi. Partai beringin berkomitmen mengawal kebijakan pusat maupun daerah demi memperkuat ekonomi maritim dan memastikan kekayaan alam Maluku benar-benar mensejahterakan rakyatnya.

Di ujung sambutannya, nuansa emosional dan kultural kental terasa tatkala Umar menitipkan aspirasi khusus kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar.

Ia memohon dukungan penuh untuk memperjuangkan gelar Pahlawan Nasional bagi tokoh perintis kemerdekaan asal Maluku, Abdul Muthalib Sangadji.

Tokoh asal Desa Rohomoni, Pulau Haruku, tersebut dinilai telah mendedikasikan hidupnya untuk pergerakan nasional, meski pengusulannya telah diperjuangkan bertahun-tahun tanpa hasil akhir yang pasti.

Pelantikan dan Rakerda ini pun resmi dibuka bukan sekadar sebagai seremonial organisasi biasa, melainkan sebagai garis start dari sebuah ikhtiar besar, membangkitkan marwah Partai Golkar di “Negeri Seribu Pulau” menuju Pemilu 2029. (KT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Bahlil Melawan Fitnah Grup WhatsApp

7 November 2026 - 14:48 WIT

Geng Solo Terpojok di Pusaran Sadap

5 November 2026 - 03:55 WIT

Kodaeral Ambon-Kejagung Perkuat Penegakan Hukum Pidana Militer

5 November 2026 - 01:09 WIT

Unpatti Cetak 38 Dokter Baru Dukung Pelayanan Kesehatan di Maluku

5 November 2026 - 01:02 WIT

Bongkar Sindikat Narkoba, 9  Oknum Polisi Digulung Propam Polda Maluku

5 November 2026 - 00:53 WIT

Trending di Kriminal dan Hukum